Menurut Bloomberg (update 4), Badai Gustav jauh lebih buruk mempengaruhi produksi minyak dan gas dibandingkan Katrina. Berita ini tampaknya akan membuat naik harga minyak, namun penguatan dolar terhadap euro akan memoderasi kenaikan harga minyak. Ditinjau dari sudut jangka pendek pun, harga minyak tampaknya juga akan merambat naik seiring kebutuhan yang meningkat menjelang musim dingin. Seandainya-pun minyak turun, minimal Venezuela, Iran dan Ekuador akan meminta OPEC tidak menambah atau justru mengurangi produksi.
Secara teknikal, bila mengaitkan kenaikan harga minyak dengan emiten pertambangan di IHSG, maka tren naik sudah terlihat. Golden cross SMA 5 dan 20 pun telah terjadi pada sektor pertambangan. Hanya saja, volatilitas minyak yang tinggi membuat kita tetap harus bersikap hati-hati. Ekspektasi yang terlalu tinggi bisa membuat kita membeli harga di atas dan tiba-tiba terbanting ke bawah.
Membaca arah IHSG hari ini agak sulit, terutama Dow semalam dan malam ini belum buka (libur hari buruh). Ini membuat kita agak sulit membaca sentimen pasar dunia. Sentimen yang bisa diandalkan hari ini adalah laporan inflasi oleh BPS. Ini akan membuat pasar wait & see. Bila inflasi lebih tinggi dari ekspektasi pasar, maka saham perbankan dan properti dijauhi akan dijauhi. Bisnis properti juga sangat dekat dengan pembiayaan Bank, bila bunga bank meningkat akibat meyesuaikan inflasi maka profit sektor properti juga akan tergerus. Tentu saja, ini akan memerosotkan harga saham properti.
Senin, 01 September 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar