Sekedar mengulas situasi kemarin (semalam tdk sempat) untuk mengingat jejak-jejak yg tertinggal, sehingga bisa menjadi pengalaman yang dipetik dan menjadi catatan melangkah maju. Menjelang pengumuman inflasi kemarin, perdagangan di IHSG sangat fluktuatif. Situasi ini sering menjadi tipikal hari H pengumuman inflasi dan data inflasi sesuai dengan harapan.
Indeks dibuka negatif lalu melanjutkan penguatan hingga masuk teritori positif, namun ia meluncur turun hingga sesi 1 berakhir. Ketika sesi 2 dibuka hampir bersamaan inflasi diumumkan BPS, indeks naik lagi terutama setelah diketahui inflasi Agustus jauh lebih rendah dengan bulan Juli kemarin (0,51% dibanding 1,37%). Indeks terus naik meski tetap tidak masuk teritori positif, namun ia minus sangat tipis 0,06%.
Dalam kacamata trading, situasi ini bisa dibaca para trader profesional (atau katakanlah institusional) menaikkan harga lalu mengambil profit di sesi pagi sehingga indeks naik lalu turun. Situasi ini untuk wait & see, memastikan data inflasi. Setelah konfirm inflasi rendah, lalu harga yang di bawah dibeli kembali (dengan harga rendah) dan indeks mulai berangsur naik. Jadi profesional trader untung 2 kali, take profit and get cheaper price. Coba perhatikan fluktuasi terutama di sektor keuangan, itu sebuah permainan yg sangat lihai. Kemungkinan besar sektor ini akan naik setelah konfirm inflasi rendah (& harga minyak ternyata turun karena badai Gustav cepat mereda).
Karena hari ini ER dengan arif telah menyampaikan pandangan dan ulasannya, saya ingin mengajak merenungkan potret IHSG kemarin. Meski sektor komoditas tambang minus 1,5%, namun indeks ditopang berbagai sektor lain sehingga hanya minus tipis 0,06%. Meski saya memposisikan sebagai investor retail dan mencoba riding the waves dalam situasi apapun, namun terus terang saya berharap IHSG yang tidak terlalu menggantungkan pada sektor tambang ini terus terjadi.
Apakah kita terus menerus harus menggantungkan pada sektor yang ekstraktif & eksploitatif? Sebuah sektor yang tak terlalu mengandalkan know how & added value, namun hanya sebuah keberuntungan adanya peninggalan fosil. Ketika minyak naik tinggi hingga hampir $150 kemarin, rakyat kecil menjerit akibat subsidi minyak dicabut dan berbagai harga kebutuhan dasar melejit tinggi. Sementara itu, para investor justru berlipat kekayaannya karena harga saham komoditas melambung sangat tinggi. Indonesia lalu dikategorikan sebagai negara dengan jumlah peningkatan kenaikan orang kaya salah satu yang tercepat. Dalam realitasnya, kesenjangan semakin tinggi. Ini juga tercermin dalam angka indeks gini (mengukur tingkat kesenjangan) yang semakin tinggi.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia semester kemarin juga naik melebihi yang diperkirakan. Ini tak lebih karena windfall profit kenaikan harga sektor komoditas. Pertumbuhan tetap saja tak berkualitas. Jobless growth. Pertumbuhan ekonomi tinggi ditengah periode deindustrialisasi, infrastruktur yang jebol (lihat krisis listrik kemarin) dan tanpa penciptaan tenaga kerja (sektor informal menjamur karena tak ada jalan lain). Pertumbuhan tanpa pemerataan.
Ekonomi Indonesia perlu bertransformasi lebih maju bukan hanya didorong sektor eksploitatif, ia mesti lebih mengandalkan sektor manufaktur, pertanian, jasa, informasi, dll. Kembali ke pasar modal, diharapkan pasar modal kita menjadi cerminan apa yang terjadi pada sektor riil. Pasar modal kembali ke khittah-nya, berjalan beriringan dan menjadi bahan bakar dan sekaligus pendorong sektor riil. Semoga ini bukan mimpi di siang bolong.
Selasa, 02 September 2008
Senin, 01 September 2008
Menunggu Data Inflasi
Menurut Bloomberg (update 4), Badai Gustav jauh lebih buruk mempengaruhi produksi minyak dan gas dibandingkan Katrina. Berita ini tampaknya akan membuat naik harga minyak, namun penguatan dolar terhadap euro akan memoderasi kenaikan harga minyak. Ditinjau dari sudut jangka pendek pun, harga minyak tampaknya juga akan merambat naik seiring kebutuhan yang meningkat menjelang musim dingin. Seandainya-pun minyak turun, minimal Venezuela, Iran dan Ekuador akan meminta OPEC tidak menambah atau justru mengurangi produksi.
Secara teknikal, bila mengaitkan kenaikan harga minyak dengan emiten pertambangan di IHSG, maka tren naik sudah terlihat. Golden cross SMA 5 dan 20 pun telah terjadi pada sektor pertambangan. Hanya saja, volatilitas minyak yang tinggi membuat kita tetap harus bersikap hati-hati. Ekspektasi yang terlalu tinggi bisa membuat kita membeli harga di atas dan tiba-tiba terbanting ke bawah.
Membaca arah IHSG hari ini agak sulit, terutama Dow semalam dan malam ini belum buka (libur hari buruh). Ini membuat kita agak sulit membaca sentimen pasar dunia. Sentimen yang bisa diandalkan hari ini adalah laporan inflasi oleh BPS. Ini akan membuat pasar wait & see. Bila inflasi lebih tinggi dari ekspektasi pasar, maka saham perbankan dan properti dijauhi akan dijauhi. Bisnis properti juga sangat dekat dengan pembiayaan Bank, bila bunga bank meningkat akibat meyesuaikan inflasi maka profit sektor properti juga akan tergerus. Tentu saja, ini akan memerosotkan harga saham properti.
Secara teknikal, bila mengaitkan kenaikan harga minyak dengan emiten pertambangan di IHSG, maka tren naik sudah terlihat. Golden cross SMA 5 dan 20 pun telah terjadi pada sektor pertambangan. Hanya saja, volatilitas minyak yang tinggi membuat kita tetap harus bersikap hati-hati. Ekspektasi yang terlalu tinggi bisa membuat kita membeli harga di atas dan tiba-tiba terbanting ke bawah.
Membaca arah IHSG hari ini agak sulit, terutama Dow semalam dan malam ini belum buka (libur hari buruh). Ini membuat kita agak sulit membaca sentimen pasar dunia. Sentimen yang bisa diandalkan hari ini adalah laporan inflasi oleh BPS. Ini akan membuat pasar wait & see. Bila inflasi lebih tinggi dari ekspektasi pasar, maka saham perbankan dan properti dijauhi akan dijauhi. Bisnis properti juga sangat dekat dengan pembiayaan Bank, bila bunga bank meningkat akibat meyesuaikan inflasi maka profit sektor properti juga akan tergerus. Tentu saja, ini akan memerosotkan harga saham properti.
Jumat, 29 Agustus 2008
Meninjau Sektor Komoditas dan Keuangan

Akibat perjalanan ke Bandung dan dilanjutkan rapat hingga larut malam, ulasan sore menjadi ulasan tengah malam. IHSG sore tadi seperti diperkirakan naik 0,65%. Sektor komoditas (agri & mining) mengalami peningkatan sekitar 1,23% & 1,33%. Sektor keuangan sesi pagi menanjak tinggi, lalu sesi kedua terjadi aksi profit taking. Menit-menit terakhir juga menegangkan, harga diturunkan lalu dinaikkan dan kemudian dijatuhkan sehingga turun sangat tipis 0,04%. Dalam konteks ini, benarlah ungkapan "trading is the name of the game". Siapa yang pengen untungnya banyak dan menggenggam terlalu lama justru beresiko rugi akibat kehilangan momentum.
Sektor komoditas (dalam hal ini mining) dan sektor keuangan adalah dua sektor yang sering bertolak belakang akhir-akhir ini. Lihat gambar, terlihat sangat kentara mulai pertengahan Juni kedua sektor itu mempunyai arah saling kebalikan. Memang ada pengecualian (nyaris seperti hari ini), namun agak jarang. IHSG pun terlihat searah dengan pergerakan sektor komoditas yang merupakan penggerak utama indeks. Menyadari dua arah yang berbeda itu, ini sebenarnya bisa dijadikan kesempatan untuk mengambil manfaat setiap hari.
Sampai sore tadi minyak yang terus naik membuat sentimen komoditas positif di IHSG, namun waktu tulisan ini ditulis (hampir jam 24) minyak turun ke $ 115 dan Dow naik 1,5% akibat laju pertumbuhan ekonomi Amerika yang tinggi serta penurunan pengangguran. Apa yang terjadi besok, mari kita lihat perkembangan berita dan mencermati pola chart dan candlestick. Sayang, pagi besok tidak bisa membuat ulasan karena rapat pagi-pagi jam 7.
Kamis, 28 Agustus 2008
Dow Naik meski Minyak Melejit
Bukan hanya di survei, naiknya consumer confidence di US ternyata terealisasi dalam kenyataan. Consumer spending di negara paman Sam itu meningkat lebih tinggi dari perkiraan. Hal itu membuat Dow naik 0,79%, meskipun minyak naik di atas $ 118. Sektor keuangan yang diproyeksikan membaik menambah sentimen penguatan Dow.
Berita CNBC ini menunjukkan mengapa minyak naik: Energy companies are bracing for the worst storm to threaten the Gulf of Mexico since 2005 as Tropical Storm Gustav churned toward the heart of U.S. offshore oil production. Lalu, perihal sektor keuangan : Shares of Fannie Mae and Freddie Mac rallied for a second day amid growing expectations that the mortgage finance giants will be able to weather the housing storm without a government rescue.
Petikan ini dari Yahoo : Wall Street posted a big advance after the government reported a larger-than-expected increase in orders for big-ticket manufactured goods that indicated the economy is stronger than many investors thought. Durable goods, which also include cars, appliances and machinery, are under scrutiny not only because they reflect business spending, but because they are also an indicator of consumer confidence. The July increase equaled a 1.3 percent rise in June; both months produced the strongest gains since a 4.1 percent leap back in December.
Saya mengucapkan selamat bagi Anda yang membeli saham sektor komoditas & keuangan pada harga di bawah dan terlihat mulai naik ke atas. Potensi kenaikan saham-saham tersebut kian terlihat hari ini, sentimen positif Dow akan berimbas ke IHSG. Kemampuan menganalisa chart dan memprediksikan "arah mata angin" akan bisa mengalirkan rezeki yang konsisten. Disamping itu kesabaran dan niat baik, tentunya akan direstui dari yang di Atas. Amin..:)
Berita CNBC ini menunjukkan mengapa minyak naik: Energy companies are bracing for the worst storm to threaten the Gulf of Mexico since 2005 as Tropical Storm Gustav churned toward the heart of U.S. offshore oil production. Lalu, perihal sektor keuangan : Shares of Fannie Mae and Freddie Mac rallied for a second day amid growing expectations that the mortgage finance giants will be able to weather the housing storm without a government rescue.
Petikan ini dari Yahoo : Wall Street posted a big advance after the government reported a larger-than-expected increase in orders for big-ticket manufactured goods that indicated the economy is stronger than many investors thought. Durable goods, which also include cars, appliances and machinery, are under scrutiny not only because they reflect business spending, but because they are also an indicator of consumer confidence. The July increase equaled a 1.3 percent rise in June; both months produced the strongest gains since a 4.1 percent leap back in December.
Saya mengucapkan selamat bagi Anda yang membeli saham sektor komoditas & keuangan pada harga di bawah dan terlihat mulai naik ke atas. Potensi kenaikan saham-saham tersebut kian terlihat hari ini, sentimen positif Dow akan berimbas ke IHSG. Kemampuan menganalisa chart dan memprediksikan "arah mata angin" akan bisa mengalirkan rezeki yang konsisten. Disamping itu kesabaran dan niat baik, tentunya akan direstui dari yang di Atas. Amin..:)
Rabu, 27 Agustus 2008
Minyak Melambung
Setelah harga minyak turun hingga level $113, kini harga minyak naik kembali ke $116. Badai Gustav dikhawatirkan bakal menerjang fasilitas produksi minyak AS di Teluk Meksiko dalam beberapa hari mendatang. Harga minyak sangat rawan spekulasi, naik turun minyak ditentukan berdasar isu harian. Naiknya harga minyak menyeret kenaikan sektor komoditas tambang. Meski minyak naik, Dow semalam juga naik 0,23%. Meningkatnya tingkat kepercayaan konsumen serta naiknya penjualan perumahan menjadi sentimen positif.
Berita naiknya Dow di tengah kenaikan harga minyak akan membawa sentimen positif. Keyakinan akan adanya peningkatan konsumsi dipercaya akan lebih menggerakkan roda perekonomian. Hari ini IHSG kemungkinan akan berada pada teritori positif dengan transaksi yang lebih menebal.
Dua hari kemarin IHSG lesu darah & tak bergairah karena sepi dengan sentimen positif. Secara teknikal bila IHSG dapat mendobrak level psikologis 2.130 diharapkan ini akan memulai rally untuk melaju ke periode bullish. Mari kita lihat pasar hari ini.
Berita naiknya Dow di tengah kenaikan harga minyak akan membawa sentimen positif. Keyakinan akan adanya peningkatan konsumsi dipercaya akan lebih menggerakkan roda perekonomian. Hari ini IHSG kemungkinan akan berada pada teritori positif dengan transaksi yang lebih menebal.
Dua hari kemarin IHSG lesu darah & tak bergairah karena sepi dengan sentimen positif. Secara teknikal bila IHSG dapat mendobrak level psikologis 2.130 diharapkan ini akan memulai rally untuk melaju ke periode bullish. Mari kita lihat pasar hari ini.
Selasa, 26 Agustus 2008
Dolar Menguat
Hari ini IHSG sekaligus terpukul dari 2 sisi, yaitu sektor finansial dan sektor komoditas. Sentimen negatif sektor finansial global menerjang ke segenap penjuru dunia membuat sektor ini keok pula di Asia. Anjloknya sektor finansial sebesar 3% semalam di Amerika memang membuat jerih. Di sisi lain, harga minyak hari ini juga meluncur turun ke $ 113 (waktu blog ini ditulis).
BP dilaporkan memulai lagi peluncuran kapal tanker yang mampu memuat 1 juta barel/hari dari Turki. Disamping itu, Euro juga jatuh terhadap Dolar lebih dari 1%. Data consumer confindence ekonomi Jerman menunjukkan penurunan jauh di bawah ekspektasi. Euro langsung lesu seiring negara penopang terkuat Euro Zone limbung. Dolar yang sangat kuat membuat berbagai harga komoditas seperti emas, perak, tembaga, jagung, gandum, CPO ataupun gula langsung rontok.
IHSG yang ditopang oleh sektor komoditas dan keuangan langsung jebol, untung saja transaksi hari ini sangat tipis sehingga penurunan yang sangat dalam tidak terjadi. IHSG turun -0,92% dipimpin oleh sektor pertanian -1.64%, lalu finansal -1.41% dan tambang -1.29%.
BP dilaporkan memulai lagi peluncuran kapal tanker yang mampu memuat 1 juta barel/hari dari Turki. Disamping itu, Euro juga jatuh terhadap Dolar lebih dari 1%. Data consumer confindence ekonomi Jerman menunjukkan penurunan jauh di bawah ekspektasi. Euro langsung lesu seiring negara penopang terkuat Euro Zone limbung. Dolar yang sangat kuat membuat berbagai harga komoditas seperti emas, perak, tembaga, jagung, gandum, CPO ataupun gula langsung rontok.
IHSG yang ditopang oleh sektor komoditas dan keuangan langsung jebol, untung saja transaksi hari ini sangat tipis sehingga penurunan yang sangat dalam tidak terjadi. IHSG turun -0,92% dipimpin oleh sektor pertanian -1.64%, lalu finansal -1.41% dan tambang -1.29%.
Anomali Minyak dan Sektor Komoditas
Kekhawatiran terhadapnya rapuhnya sistem finansial serta terjadinya penguatan harga minyak menghantam Dow sehingga anjlok menjadi 2,08%. Minyak menguat ke $ 115.47 akibat khawatir dengan badai tropis yang terjadi di Karibia, disamping itu euro juga menguat terhadap dolar. Sektor finansial merosot 3% dipimpin American International Group Inc (AIG) yang anjlok -5.49%, Bank of America (BAC) tergelincir -4.14% dan JPMorgan (JPM) merosot -4.09%.
Yang mengherankan, ketika harga minyak naik justru harga hasil tambang lain seperti batubara, emas, dan perak justru turun. Indeks batubara di Dow semalam anjlok cukup dalam sebesar 3.1%. Arah IHSG hari ini jadinya agak sulit ditebak. Harga minyak naik biasanya mengerek sektor komoditas yang menjadi prime mover-nya IHSG, namun apa yang terjadi bila harga sektor komoditas di pasar internasional justru turun?
Sektor finansial juga mesti disikapi lebih hati-hati, sentimen di Dow bisa membuat sektor ini ikut meluncur ke bawah. Akan tetapi, imbas ini juga belum tentu akan terjadi. Malam sebelum 13 Agustus Dow jeblok karena sektor keuangan, namun paginya sektor finansial IHSG justru naik. Kita tidak tahu seberapa besar pengaruh sentimen sektor keuangan di Amerika terhadap kekhawatiran sektor itu di Indonesia karena secara fundamental kondisi perbankan kita cukup bagus tercermin dari laporan keuangan yang lalu.
Terlepas dari kemungkinan naik turunnya sektor komoditas atau sektor keuangan, dalam situasi apapun seorang trader mesti bisa berselancar di atas gelombang (riding the wave). Kita bisa melihat semuanya dari sisi positif dan tergantung paradigma kita, kenaikan bisa berarti time to sell (namun ada juga yang melihat ini opportunity untuk buy on strength). Penurunan bisa berarti time to buy (BOW).
Yang mesti digarisbawahi, mampu melihat gambar besar dan jeli melihat chart & candlestick akan meminimalisir kesalahan. Sayang sekali gambar besar hari ini belum bisa terlihat. Pagi sudah merekah dan matahari telah berangsur tinggi. Naiknya harga minyak dan penurunan harga komoditas masih perlu waktu (dan informasi) utk mencerna. Waktunya untuk berangkat kerja. Hari ini saya memilih wait & see atau paling banter hit & run, sembari mencoba memahami apa yang terjadi.
Yang mengherankan, ketika harga minyak naik justru harga hasil tambang lain seperti batubara, emas, dan perak justru turun. Indeks batubara di Dow semalam anjlok cukup dalam sebesar 3.1%. Arah IHSG hari ini jadinya agak sulit ditebak. Harga minyak naik biasanya mengerek sektor komoditas yang menjadi prime mover-nya IHSG, namun apa yang terjadi bila harga sektor komoditas di pasar internasional justru turun?
Sektor finansial juga mesti disikapi lebih hati-hati, sentimen di Dow bisa membuat sektor ini ikut meluncur ke bawah. Akan tetapi, imbas ini juga belum tentu akan terjadi. Malam sebelum 13 Agustus Dow jeblok karena sektor keuangan, namun paginya sektor finansial IHSG justru naik. Kita tidak tahu seberapa besar pengaruh sentimen sektor keuangan di Amerika terhadap kekhawatiran sektor itu di Indonesia karena secara fundamental kondisi perbankan kita cukup bagus tercermin dari laporan keuangan yang lalu.
Terlepas dari kemungkinan naik turunnya sektor komoditas atau sektor keuangan, dalam situasi apapun seorang trader mesti bisa berselancar di atas gelombang (riding the wave). Kita bisa melihat semuanya dari sisi positif dan tergantung paradigma kita, kenaikan bisa berarti time to sell (namun ada juga yang melihat ini opportunity untuk buy on strength). Penurunan bisa berarti time to buy (BOW).
Yang mesti digarisbawahi, mampu melihat gambar besar dan jeli melihat chart & candlestick akan meminimalisir kesalahan. Sayang sekali gambar besar hari ini belum bisa terlihat. Pagi sudah merekah dan matahari telah berangsur tinggi. Naiknya harga minyak dan penurunan harga komoditas masih perlu waktu (dan informasi) utk mencerna. Waktunya untuk berangkat kerja. Hari ini saya memilih wait & see atau paling banter hit & run, sembari mencoba memahami apa yang terjadi.
Langganan:
Postingan (Atom)
