Selasa, 26 Agustus 2008

Anomali Minyak dan Sektor Komoditas

Kekhawatiran terhadapnya rapuhnya sistem finansial serta terjadinya penguatan harga minyak menghantam Dow sehingga anjlok menjadi 2,08%. Minyak menguat ke $ 115.47 akibat khawatir dengan badai tropis yang terjadi di Karibia, disamping itu euro juga menguat terhadap dolar. Sektor finansial merosot 3% dipimpin American International Group Inc (AIG) yang anjlok -5.49%, Bank of America (BAC) tergelincir -4.14% dan JPMorgan (JPM) merosot -4.09%.

Yang mengherankan, ketika harga minyak naik justru harga hasil tambang lain seperti batubara, emas, dan perak justru turun. Indeks batubara di Dow semalam anjlok cukup dalam sebesar 3.1%. Arah IHSG hari ini jadinya agak sulit ditebak. Harga minyak naik biasanya mengerek sektor komoditas yang menjadi prime mover-nya IHSG, namun apa yang terjadi bila harga sektor komoditas di pasar internasional justru turun?

Sektor finansial juga mesti disikapi lebih hati-hati, sentimen di Dow bisa membuat sektor ini ikut meluncur ke bawah. Akan tetapi, imbas ini juga belum tentu akan terjadi. Malam sebelum 13 Agustus Dow jeblok karena sektor keuangan, namun paginya sektor finansial IHSG justru naik. Kita tidak tahu seberapa besar pengaruh sentimen sektor keuangan di Amerika terhadap kekhawatiran sektor itu di Indonesia karena secara fundamental kondisi perbankan kita cukup bagus tercermin dari laporan keuangan yang lalu.

Terlepas dari kemungkinan naik turunnya sektor komoditas atau sektor keuangan, dalam situasi apapun seorang trader mesti bisa berselancar di atas gelombang (riding the wave). Kita bisa melihat semuanya dari sisi positif dan tergantung paradigma kita, kenaikan bisa berarti time to sell (namun ada juga yang melihat ini opportunity untuk buy on strength). Penurunan bisa berarti time to buy (BOW).

Yang mesti digarisbawahi, mampu melihat gambar besar dan jeli melihat chart & candlestick akan meminimalisir kesalahan. Sayang sekali gambar besar hari ini belum bisa terlihat. Pagi sudah merekah dan matahari telah berangsur tinggi. Naiknya harga minyak dan penurunan harga komoditas masih perlu waktu (dan informasi) utk mencerna. Waktunya untuk berangkat kerja. Hari ini saya memilih wait & see atau paling banter hit & run, sembari mencoba memahami apa yang terjadi.

Tidak ada komentar: