Kamis, 31 Juli 2008

Harga Minyak Melonjak


Minyak mendadak naik lagi mencapai US$ 127 karena terjadi penurunan supply bensin di Amerika. Herannya, melonjaknya harga minyak itu tidak membuat Dow minus, namun justru naik 1,63%. Ini terjadi karena laporan peningkatan tenaga kerja yang tak terduga. Petikan CNBC "Oil prices shot up as much as $5 a barrel, halting a dramatic two-week slide, after the US government reported a surprise drop in gasoline supplies." Petikan Bloomberg : ``Rising oil prices usually hurt the market but today it went up,'' said Giri Cherukuri, a money manager at Oakbrook Investments LLC in Lisle, Illinois, which oversees $1.4 billion. ``Enough other overwhelming news canceled out the oil price.'' Kenaikan ini membuat optimisme bahwa Dow tampaknya mempunyai tren yang kuat untuk bullish.

Dari sisi ini, tampaknya jelas bahwa sektor mining di Indonesia akan naik lagi. Tren bullish pada sektor mining tampaknya akan mensupport indeks hari ini. Sekali lagi, lihat gambar di atas, dengan analisa VierBox BUMI menunjukkan posisi kritikal apakah masuk kotak downtrend atau uptrend. Mari kita liat hari ini dengan berdebar-debar, soalnya portofolioku cukup banyak disini...hehehe

Rabu, 30 Juli 2008

BUMI dalam Posisi Kritikal


BUMI tanggal 29 Juli menunjukkan posisi yg kritikal. Level 6550 adalah level yang kritis untuk ditembus. Januari & Maret level ini tidak bisa ditembus (lihat panah). Di sisi lain, MACD dalam posisi Golden Cross & MA 200 telah ditembus menunjukkan arah bullish. Benarkah ini akan menjadi breakout? Isu global hari ini menunjukkan harga minyak turun, sentimen ini membuat mining (batubara sebagai alternatif energi) akan turun pula. Manakah yg lebih kuat? Isu/berita atau teknikal analisis? Kita liat besok..:)

Harga Minyak Turun

Dow naik signifikan sebesar 2.39%, ini terjadi karena turunnya harga minyak ke level US$ 122. Permintaan minyak di Amerika ternyata tak sebesar yg diperkirakan, harga minyak yg tinggi membuat permintaan menurun. "The Energy Information Administration said Monday U.S. oil demand in May was 660,000 barrels per day less than previously thought. A separate government report said motorists drove 2.4 percent less during the first five months of the year than they did in the same period of 2007."

Beberapa bulan ini, harga minyak terus menjadi concern dalam stock market. Minyak merupakan salah satu faktor utama penggerak ekonomi dunia. Ia menjadi faktor kunci terhadap multiplier berbagai sektor lain. Energi dari fosil ini meski bisa membosankan, mesti terus dipantau. Dari hari ke hari, isu selalu berubah yang membuat sentimen negatif ataupun positif berselang-seling. Dalam situasi yang selalu berubah seperti ini, aku rasa pilihan yang baik adalah day trading. Iseng2 aku mencoba metode V30 dari Pak Vier, wah ternyata ampuh juga. Boleh nih dipraktekkan...hehehe

Hari ini Indonesia libur, tidak ada trading. Situasi ekonomi politik dunia malam ini yg akan mempengaruhi trading besok. Tetap saja, wait and see.

Selasa, 29 Juli 2008

Sektor Mining Digdaya

Hari ini saham tambang naik 0.64%. Tren bullish ini semoga terus berlanjut ke depan. Dari sisi teknikal, BUMI menunjukkan candle stick yg kritikal. Level 6550 adalah harga yg sulit ditembus. Awal Januari & akhir Maret level itu tak mampu ditembus, bila level itu terlewati maka target harga selanjutnya adalah di kisaran 6900. Semoga BUMI bisa melewati kedua rintangan itu untuk menuju harga selajutnya di 7850. Mungkin butuh beberapa minggu.

Dilihat dari tren sektoral, mining akan terus berlanjut penguatannya seiring harga minyak yg masih naik. Rencana pemerintah yang mengasumsikan harga minyak pada APBN-P menjadi US$ 130 sebenarnya terlalu tergesa-gesa (sebelumnya US$ 140). Harga minyak masih sulit ditebak, penurunan yang terjadi selama ini masih tren sementara. Kita belum tahu apa yg terjadi ke depan, isu Nigeria & Iran menjadi kuda hitam untuk dipermainkan.

Sektor agri anjlok 3%, sesuatu yang tak terduga. Apakah ini karena harga CPO turun atau koreksi untuk naik lagi, aku masih belum bisa memastikan. Sektor keuangan turun tipis tak separah Agri, namun yang jelas sektor ini dalam tren ke bawah meskipun ditopang laporan keuangan yg bagus.

Untuk masuk ke sektor keuangan, tunggu laporan inflasi & kenaikan SBI serta liat indikator oversold pada sektor ini. Setelah ada konfirmasi kenaikan, baru masuk pada sektor ini.

Jauhi Sektor Finance & Properti

Berita pagi ini, Shell mengurangi produksi minyak karena pipanya diserang gerilyawan Nigeria. Di sisi lain, Presiden Iran mengatakan harga minyak sudah overvalued. Di Amerika, demand untuk minyak dikatakan menurun. Berita2 yang bertolak belakang tersebut membuat sulit mengambil kesimpulan, tapi yang jelas harga minyak masih merambat naik.

Dow anjlok 240 point atau 2,1%. Kemerosotan ini membuat ekpektasi Dow konfirmasi ke bull teritory menjadi pudar. Sektor finansial kembali ambruk berita dari Yahoo menyebutkan : An International Monetary Fund report added to some of the stress in the market. The IMF predicted continuing problems in the credit and housing market that will continue to hurt the financial industry. It said, "at the moment a bottom for the housing market is not visible."

Jelas sekali sektor finansial & properti harus dijauhi, sentimen ini kemungkinan besar mengimbas ke Indonesia. Jadi, jauhi sektor itu & masuk ke sektor mining & agri. Harga CPO diisukan turun, tapi aku belum bisa mengechek kebenarannya. Tapi secara teknis, seperti yg kutulis sore kemarin, sektor tambang & agri tetap dalam tren naik ke atas. Jadi, jangan terlalu khawatir.

Senin, 28 Juli 2008

Minyak Merambat Naik

Meskipun tren kenaikan minyak belum kuat, tapi ia mulai merambat naik. Gerilyawan di Nigeria melakukan sabotase terhadap kilang minyak Shell. Sementara itu, Iran menegaskan kembali tak akan menghentikan program nuklirnya. Kedua sentimen ini membuat minyak naik. Diperkirakan saham yg berkaitan dengan energi/tambang serta CPO akan melanjutkan tren kenaikannya. Sektor perbankan masih naik akibat sentimen munculnya laporan keuangan yang positif, namun sebenarnya telah rawan dengan koreksi.

Secara teknis, sektor agri & mining telah menunjukkan kenaikan terlihat mulai melepaskan diri dari zona oversold. Disamping itu sinyal parabolic SAR juga mulai keluar pada kedua sektor tersebut.

Malam ini dan besok pagi2 mesti diamati perkembangan Dow maupun berbagai perkembangan ekonomi politik dunia yg mempengaruhi sentimen pasar.

Jumat, 25 Juli 2008

Pentingnya Tren Sektoral

Sesi I memperlihatkan, sektor Agri & Mining menunjukkan kekuatannya. Sentimen ini muncul terutama karena minyak yg kembali naik harganya setelah oversold. Di sisi lain, finance & properti jatuh seiring rontoknya sektor ini di bursa Australia & Amerika.

Siklus akan terus berjalan, tampaknya mencermati perkembangan sektoral sangat penting. Baru dua tiga hari lalu berita tentang sektor keuangan naik, bursa sektor keuangan melejit. Tadi malam berita jeblok, hari ini langsung meluncur jatuh.

Agaknya mengagendakan mencermati kinerja tiap emiten di masing2 sektoral sangat penting, dari situ bisa diperhatikan untuk dibeli ketika sentimen sektoral itu bagus & melihat pula karakter saham, serta mempertimbangkan berbagai indikator teknikal analisis. Hmmmmmm... selalu ada pembelajaran baru.

Kamis, 24 Juli 2008

TECHNICAL CHECKLIST

ini adalah tulisan dari pengalaman panjang seorang yg sangat saya hormati di http://vierjamal.blogspot.com/. sy akan mencoba menerapkannya. seorang yg sy hormati bukan berdasar apa yg telah ia dapat, tapi berdasar apa yg telah dia beri.

TECHNICAL CHECKLIST

1. Apa arah dari keseluruhan MARKET ?
2. Apa arah dari masing – masing SEKTOR ?
3. Apa yang ditunjukan dari masing – masing chart WEEKLY dan MONTHLY
4. Apakah saat ini MAJOR/MINOR trend up, down trend atau sideways ?
5. Dimanakah SUPPORT/RESISTANCE terpenting saat ini ?
6. Dimanakah TRENDLINES/CHANNEL terpenting saat ini
7. Apakah VOLUME dan OPEN INTEREST memberikan konfirmasi pergerakan harga
8. Dimana saja level - level retracement 33%, 50% dan 66%
9. Apakah ada GAP dan apakah tipenya (Full GAP up/down, Partial GAP up/down)
10. Apakah ada major REVERSAL PATTERNS ?
11. Apakah ada CONTINUATION PATTERNS ?
12. Dimanakah Target Price yang objective ?
13. Bagaimana posisi MOVING AVERAGE ?
14. Apakah OSCILATOR menunjukan OVERBOUGHT/OVERSOLD ?
15. Bagaimana dengan Fibonacci Retracement dan PROYEKSINYA

Setelah anda membuat kesimpulan terhadap pasar apakah BULLISH/BEARISH maka coba tanya pada diri anda sendiri dengan pertanyaan berikut ini sebelum bertransaksi :

1. Kemanakah market trend dalam beberapa bulan kedepan ?
2. Apakah saya mau membeli atau menjual saham saya ?
3. Berapa UNIT yang akan saya beli/jual ?
4. Berapa kerugian yang dapat saya terima bila saya SALAH MASUK ?
5. Berapa TARGET PROFIT saya ?
6. Dilevel mana saya akan masuk ?
7. Bagaimana saya membelinya apakah dengan OLT ataukah secara konvensional ?
8. Dimana STOP LOSS saya ?

Rabu, 23 Juli 2008

Konsekuensi Penurunan Minyak

Minyak jatuh lagi di bawah US$ 127 per barel, ekspektasi inflasi akan menurun. Ini akan membuat perbankan & properti makin menarik. Industri sektor konsumsi tentunya akan terbantu karena kemampuan daya beli masyarakat tidak tergerus.

Malam ini PR yg mesti dianalisa adalah mengidentifikasi emiten mana yg relatif belum melejit baik di perbankan, properti & sektor konsumsi. Lalu, juga perlu mikir utk exit strategi dari nyangkutnya saham di komoditas.

Jangan Melawan Tren Pasar

Tulisan ini ditulis menjelang 1 jam trading usai. Pembelajaran hari ini adalah "jangan melawan tren pasar". Sektor finance & properti yg melejit hari ini. Sebenarnya ini seperti yang aku tulis semalam. Hanya saja, subyektifitas-ku terlalu kuat. Harapanku komoditas masih akan naik. To see what I want see. Ternyata komoditas dihajar seiring penurunan harga minyak yg lumayan drastis.

Pembelajaran lain, kalo O=H lebih baik naik 2 atau 3 poin mesti siap2 dijual, kalo enggak dipantau takutnya justru turun. Ini kejadian yg kujual PGAS hari ini, meski untung tapi jauh dari optimal.

Wah, hari ini yg pegang Finance & Properti lumayan juga...hehehe Jangan greedy aja lho...hehehe

Giliran Rebound

Hari ini beberapa saham yg Gap Up adalah ISAT, PTBA, HEXA, TINS, ARTI, CTRA-W, BSDE,ADHI, GJTL & TINS.

Sementara yg masih oversold BUMI, UNSP, PTBA, UNTR, BNBR, AALI, ANTM, INDY, LSIP, INCO, YPAS, TINS, TBLA, GGRM, ENRG, SGRO, CPIN, BRPT, KLBF, SMCB, JSMR, CNKO, WIKA, ELSA, ELTY-W, ASRI, SIIP, TMPI & GJTL.

Terus terang saya malas dengan saham gorengan, maka kalo dari analisa saya kemungkinan yg akan naik adalah PTBA, TINS (menjelang stock split 1:10) & GJTL. TLKM akan naik juga karena valuasinya yg tinggi (dari laporan DB). BUMI & SGRO mungkin akan landai (atau turun) sebelum naik lagi, setelah dua hari naik. Bila ini terjadi, kesempatan utk melakukan averaging down BUMI yg nyangkut di atas. Harga minyak turun lagi, ini membuat saham tambang & CPO kenaikannya tdk akan drastis meskipun sudah oversold.

Penurunan harga minyak akan membuat kekhawatiran terhadap inflasi (cost push) berkurang sehingga saham finance & infrastruktur akan naik. Di Amerika saham finance mulai atraktif, di Indonesia beberapa waktu lalu sudah terjadi kenaikan sehingga bila naik lagi akan terbatas. Disamping itu, bila tiba2 minyak naik (misalnya krn isu nuklir Iran) maka saham2 finance akan rentan jatuh. Namun, bila insisted ke sektor keuangan maka BMRI, BBCA & BBRI masih menarik. BMRI membentuk candle stick yg menarik, yaitu doji dgn kaki bawah yg panjang. Saham infrastruktur sy belum terlalu familiar, sehingga sy tidak bisa berkomentar banyak.

Selasa, 22 Juli 2008

Risk Vs Return - Are You Doing It Correctly?

The most important rule in trading is to keep your losses small. This is the only way to ensure that if the market moves against you, you will live to trade another day – in other words, you will not suffer a loss that will take you out of the trading game. Remember, 95% of trades will lose – do your best not to be one of them.

One of the best ways to do this is to ensure that you have a fixed amount as a proportion of your account that you are willing to risk on any trade. This ensures that if you have a losing trade, you will only lose the predetermined amount.

This has been discussed in previous articles and will be discussed again in future ones as well. In general, the maximum loss should be set to no more than 1-3% of your total trading float. This seems very small but it can lead to huge gains in the long run.

Another rule is to try and estimate your target value. In other words, what is the value of the stock that you are expecting it to go to? You should only enter the trade if you expect the trade to provide more if you obtain your target value than lose if you hit your maximum loss value. Your mechanical trading system should be built with this principle in mind.

The Reward / Risk Ratio

This is a good time to introduce the principle of the reward / risk ratio. In principle, this ratio will provide you with a very important piece of information to decide whether to enter into a trade or not.

If we believe that a trade will provide three times more profit than the amount that is risked, then the reward / risk ratio is 3:1. In a similar way, if we believe that there is three times more risk to a trade than there is of the trade winning, then the reward / risk is 1:3. The example below illustrates this in more detail.

Example

We wish to purchase stock XYZ at $10 a share and we expect that the stock will increase to $11 over the space of about a month. We also place a stop level (i.e. a level that we will exit the stock) at $9.80 based on our mechanical trading system.

This means that the amount we will risk per share is $0.20 but we stand to gain approximately $1.00 per share. The reward / risk ratio is therefore 1:0.2 and this equates to 5:1. This means that there is 5 times more reward for the risk that you will incur. This trade seems like a good one to take!

Now we will not risk more than 2% of our account and that we have an account of $10,000. This means that we will not risk more than $400. As the reward/risk reward is 5:1, this means that we could stand to gain about $2,000 on this trade alone if we purchase $10,000 worth of shares!


As you will read further, it is not a good idea to put all of your money into one trade. The example above suggests that you will put all of your money into XYZ. In reality, it is a good idea to put only a fixed percentage of your money into one stock to ensure that you are not over exposed to the whims of one market alone. This will be discussed in future articles.

As another rule, the reward / risk must always be on your side – in other words, you must always have more of a chance to make more money than lose it. Some traders will insist on a reward / risk ratio of at least 3:1 before even considering the trade. They will not enter any other trade unless this ratio is met. You need to develop your own risk profile and stick to it.

http://www.stockmarketchart.org/articles/8-maximumloss.html