Selasa, 29 Juli 2008

Jauhi Sektor Finance & Properti

Berita pagi ini, Shell mengurangi produksi minyak karena pipanya diserang gerilyawan Nigeria. Di sisi lain, Presiden Iran mengatakan harga minyak sudah overvalued. Di Amerika, demand untuk minyak dikatakan menurun. Berita2 yang bertolak belakang tersebut membuat sulit mengambil kesimpulan, tapi yang jelas harga minyak masih merambat naik.

Dow anjlok 240 point atau 2,1%. Kemerosotan ini membuat ekpektasi Dow konfirmasi ke bull teritory menjadi pudar. Sektor finansial kembali ambruk berita dari Yahoo menyebutkan : An International Monetary Fund report added to some of the stress in the market. The IMF predicted continuing problems in the credit and housing market that will continue to hurt the financial industry. It said, "at the moment a bottom for the housing market is not visible."

Jelas sekali sektor finansial & properti harus dijauhi, sentimen ini kemungkinan besar mengimbas ke Indonesia. Jadi, jauhi sektor itu & masuk ke sektor mining & agri. Harga CPO diisukan turun, tapi aku belum bisa mengechek kebenarannya. Tapi secara teknis, seperti yg kutulis sore kemarin, sektor tambang & agri tetap dalam tren naik ke atas. Jadi, jangan terlalu khawatir.

Tidak ada komentar: