Jumat, 29 Agustus 2008

Meninjau Sektor Komoditas dan Keuangan


Akibat perjalanan ke Bandung dan dilanjutkan rapat hingga larut malam, ulasan sore menjadi ulasan tengah malam. IHSG sore tadi seperti diperkirakan naik 0,65%. Sektor komoditas (agri & mining) mengalami peningkatan sekitar 1,23% & 1,33%. Sektor keuangan sesi pagi menanjak tinggi, lalu sesi kedua terjadi aksi profit taking. Menit-menit terakhir juga menegangkan, harga diturunkan lalu dinaikkan dan kemudian dijatuhkan sehingga turun sangat tipis 0,04%. Dalam konteks ini, benarlah ungkapan "trading is the name of the game". Siapa yang pengen untungnya banyak dan menggenggam terlalu lama justru beresiko rugi akibat kehilangan momentum.

Sektor komoditas (dalam hal ini mining) dan sektor keuangan adalah dua sektor yang sering bertolak belakang akhir-akhir ini. Lihat gambar, terlihat sangat kentara mulai pertengahan Juni kedua sektor itu mempunyai arah saling kebalikan. Memang ada pengecualian (nyaris seperti hari ini), namun agak jarang. IHSG pun terlihat searah dengan pergerakan sektor komoditas yang merupakan penggerak utama indeks. Menyadari dua arah yang berbeda itu, ini sebenarnya bisa dijadikan kesempatan untuk mengambil manfaat setiap hari.

Sampai sore tadi minyak yang terus naik membuat sentimen komoditas positif di IHSG, namun waktu tulisan ini ditulis (hampir jam 24) minyak turun ke $ 115 dan Dow naik 1,5% akibat laju pertumbuhan ekonomi Amerika yang tinggi serta penurunan pengangguran. Apa yang terjadi besok, mari kita lihat perkembangan berita dan mencermati pola chart dan candlestick. Sayang, pagi besok tidak bisa membuat ulasan karena rapat pagi-pagi jam 7.

Kamis, 28 Agustus 2008

Dow Naik meski Minyak Melejit

Bukan hanya di survei, naiknya consumer confidence di US ternyata terealisasi dalam kenyataan. Consumer spending di negara paman Sam itu meningkat lebih tinggi dari perkiraan. Hal itu membuat Dow naik 0,79%, meskipun minyak naik di atas $ 118. Sektor keuangan yang diproyeksikan membaik menambah sentimen penguatan Dow.

Berita CNBC ini menunjukkan mengapa minyak naik: Energy companies are bracing for the worst storm to threaten the Gulf of Mexico since 2005 as Tropical Storm Gustav churned toward the heart of U.S. offshore oil production. Lalu, perihal sektor keuangan : Shares of Fannie Mae and Freddie Mac rallied for a second day amid growing expectations that the mortgage finance giants will be able to weather the housing storm without a government rescue.

Petikan ini dari Yahoo : Wall Street posted a big advance after the government reported a larger-than-expected increase in orders for big-ticket manufactured goods that indicated the economy is stronger than many investors thought. Durable goods, which also include cars, appliances and machinery, are under scrutiny not only because they reflect business spending, but because they are also an indicator of consumer confidence. The July increase equaled a 1.3 percent rise in June; both months produced the strongest gains since a 4.1 percent leap back in December.

Saya mengucapkan selamat bagi Anda yang membeli saham sektor komoditas & keuangan pada harga di bawah dan terlihat mulai naik ke atas. Potensi kenaikan saham-saham tersebut kian terlihat hari ini, sentimen positif Dow akan berimbas ke IHSG. Kemampuan menganalisa chart dan memprediksikan "arah mata angin" akan bisa mengalirkan rezeki yang konsisten. Disamping itu kesabaran dan niat baik, tentunya akan direstui dari yang di Atas. Amin..:)

Rabu, 27 Agustus 2008

Minyak Melambung

Setelah harga minyak turun hingga level $113, kini harga minyak naik kembali ke $116. Badai Gustav dikhawatirkan bakal menerjang fasilitas produksi minyak AS di Teluk Meksiko dalam beberapa hari mendatang. Harga minyak sangat rawan spekulasi, naik turun minyak ditentukan berdasar isu harian. Naiknya harga minyak menyeret kenaikan sektor komoditas tambang. Meski minyak naik, Dow semalam juga naik 0,23%. Meningkatnya tingkat kepercayaan konsumen serta naiknya penjualan perumahan menjadi sentimen positif.

Berita naiknya Dow di tengah kenaikan harga minyak akan membawa sentimen positif. Keyakinan akan adanya peningkatan konsumsi dipercaya akan lebih menggerakkan roda perekonomian. Hari ini IHSG kemungkinan akan berada pada teritori positif dengan transaksi yang lebih menebal.

Dua hari kemarin IHSG lesu darah & tak bergairah karena sepi dengan sentimen positif. Secara teknikal bila IHSG dapat mendobrak level psikologis 2.130 diharapkan ini akan memulai rally untuk melaju ke periode bullish. Mari kita lihat pasar hari ini.

Selasa, 26 Agustus 2008

Dolar Menguat

Hari ini IHSG sekaligus terpukul dari 2 sisi, yaitu sektor finansial dan sektor komoditas. Sentimen negatif sektor finansial global menerjang ke segenap penjuru dunia membuat sektor ini keok pula di Asia. Anjloknya sektor finansial sebesar 3% semalam di Amerika memang membuat jerih. Di sisi lain, harga minyak hari ini juga meluncur turun ke $ 113 (waktu blog ini ditulis).

BP dilaporkan memulai lagi peluncuran kapal tanker yang mampu memuat 1 juta barel/hari dari Turki. Disamping itu, Euro juga jatuh terhadap Dolar lebih dari 1%. Data consumer confindence ekonomi Jerman menunjukkan penurunan jauh di bawah ekspektasi. Euro langsung lesu seiring negara penopang terkuat Euro Zone limbung. Dolar yang sangat kuat membuat berbagai harga komoditas seperti emas, perak, tembaga, jagung, gandum, CPO ataupun gula langsung rontok.

IHSG yang ditopang oleh sektor komoditas dan keuangan langsung jebol, untung saja transaksi hari ini sangat tipis sehingga penurunan yang sangat dalam tidak terjadi. IHSG turun -0,92% dipimpin oleh sektor pertanian -1.64%, lalu finansal -1.41% dan tambang -1.29%.

Anomali Minyak dan Sektor Komoditas

Kekhawatiran terhadapnya rapuhnya sistem finansial serta terjadinya penguatan harga minyak menghantam Dow sehingga anjlok menjadi 2,08%. Minyak menguat ke $ 115.47 akibat khawatir dengan badai tropis yang terjadi di Karibia, disamping itu euro juga menguat terhadap dolar. Sektor finansial merosot 3% dipimpin American International Group Inc (AIG) yang anjlok -5.49%, Bank of America (BAC) tergelincir -4.14% dan JPMorgan (JPM) merosot -4.09%.

Yang mengherankan, ketika harga minyak naik justru harga hasil tambang lain seperti batubara, emas, dan perak justru turun. Indeks batubara di Dow semalam anjlok cukup dalam sebesar 3.1%. Arah IHSG hari ini jadinya agak sulit ditebak. Harga minyak naik biasanya mengerek sektor komoditas yang menjadi prime mover-nya IHSG, namun apa yang terjadi bila harga sektor komoditas di pasar internasional justru turun?

Sektor finansial juga mesti disikapi lebih hati-hati, sentimen di Dow bisa membuat sektor ini ikut meluncur ke bawah. Akan tetapi, imbas ini juga belum tentu akan terjadi. Malam sebelum 13 Agustus Dow jeblok karena sektor keuangan, namun paginya sektor finansial IHSG justru naik. Kita tidak tahu seberapa besar pengaruh sentimen sektor keuangan di Amerika terhadap kekhawatiran sektor itu di Indonesia karena secara fundamental kondisi perbankan kita cukup bagus tercermin dari laporan keuangan yang lalu.

Terlepas dari kemungkinan naik turunnya sektor komoditas atau sektor keuangan, dalam situasi apapun seorang trader mesti bisa berselancar di atas gelombang (riding the wave). Kita bisa melihat semuanya dari sisi positif dan tergantung paradigma kita, kenaikan bisa berarti time to sell (namun ada juga yang melihat ini opportunity untuk buy on strength). Penurunan bisa berarti time to buy (BOW).

Yang mesti digarisbawahi, mampu melihat gambar besar dan jeli melihat chart & candlestick akan meminimalisir kesalahan. Sayang sekali gambar besar hari ini belum bisa terlihat. Pagi sudah merekah dan matahari telah berangsur tinggi. Naiknya harga minyak dan penurunan harga komoditas masih perlu waktu (dan informasi) utk mencerna. Waktunya untuk berangkat kerja. Hari ini saya memilih wait & see atau paling banter hit & run, sembari mencoba memahami apa yang terjadi.

Senin, 25 Agustus 2008

Belajar dari Kesalahan

Setelah disadarkan perlunya melihat indikator ADX, aku baru menyadari kesalahan yang kubuat ketika membeli SGRO. Aku nyangkut lumayan tinggi di emiten ini. Biarlah waktu yang akan menolong, soalnya aku yakin emiten ini punya prospek cukup bagus. Secara fundamental sangat oks..:)

Seharusnya aku melihat bahwa ADX-nya di bawah 25, bahkan lebih dalam dari itu. Ia berada di bawah 16. Disamping itu candlestick juga menunjukkan shooting star. Jadi komplet sudah kesalahannya...hehehe Memutuskan berinvestasi akan berbahaya bila Anda tak mengerti dengan resikonya. Makanya, belajar terus...;)

IHSG Melejit di Menit Terakhir

Hari ini IHSG sepi, transaksi tak mencapai 2 T. Dibalik sepinya transaksi, ada fenomena yang menarik yaitu melejitnya IHSG pada menit2 terakhir sehingga masuk ke teritori positif naik 0,31%. Melejitnya indeks ini tampaknya ditopang oleh berita naiknya harga minyak ke atas $ 115. Agaknya, minyak rebound setelah jeblok turun sekitar minus 6% dalam satu hari.

Tekanan kenaikan harga minyak hari ini dinilai sangat kuat karena ia menguat justru ketika dolar juga meningkat terhadap euro. Coba perhatikan transaksi BUMI hari ini, pada menit terakhir salah satu broker dengan kapitalisi terbesar melakukan spekulatif buying pada saham ini. Apakah komoditas memang akan naik? Saya tidak tahu. Mari kita lihat besok pagi-pagi.

Sisi yang biasanya berlawanan dengan sektor komoditas adalah sektor finance. Namun, hari ini ia juga naik cepat pada menit2 terakhir. Terus terang pada mulanya saya agak heran dengan sektor ini karena seharusnya ia naik didorong oleh sentimen dari Bernanke yang menyatakan inflasi moderat dan krisis kredit perumahan yang akan membaik. Tentu ini berita bagus bagi sektor keuangan. Ternyata, sektor ini melejit pada menit2 terakhir. Disamping itu, tampaknya sentimen dari regional (misalnya Hangseng yang naik 3,5%) juga cukup mempengaruhi ekspektasi yang positif.

Sabtu, 23 Agustus 2008

TBLA, Resisten tak Tertembus


Tak jauh dari perkiraan kemarin, TBLA naik hampir 3% dan membentuk doji. Resisten kuat 540 sayang tak mampu ditembus. Secara teknikal, stochastic %K dan %D telah berpotongan. MACD juga golden cross (tak terlihat di gambar). Sayangnya, isu minyak kini tampaknya kurang mendukung. Tampaknya, koreksi akan terjadi.

TBLA support terkuat di 480 dan resisten terkuat di 540. Bila resisten pertama berhasil ditembus, resisten kedua yang dihadapi di 580. Mari kita lihat dalam satu dua minggu ini.

Miyak Anjlok

Seperti yang telah kuperkirakan, kemarin IHSG naik terutama ditopang sektor komoditas yang melejit hampir 4% pada sektor pertanian. Akhirnya, IHSG naik sebesar 1,5% di tengah indeks regional jeblok.

Semalam minyak anjlok $6 ditopang oleh penguatan dolar akibat sentimen positif inflasi moderat yang dilaporkan Bernanke, akhirnya Dow pun meloncat. Sentimen turunnya harga minyak juga didorong laporan peningkatan output oleh OPEC. Ini berita Yahoo: Wall Street capped a volatile week with sharp gains Friday as oil prices tumbled and after Federal Reserve Chairman Ben Bernanke said inflation pressures are likely to moderate. The Dow Jones industrial average rose nearly 200 points.

Jumat, 22 Agustus 2008

TBLA Descending Triangle ?


Dari teknikal analisis, TBLA menunjukkan pola descending triangle yang tidak jadi. Hari ini ia akan naik, apalagi harga komoditas sedang naik daun.

Panen Komoditas

Seperti yang diperkirakan kemarin, harga minyak terus melanjutkan penguatan. Bahkan, penguatan ini sangat signifikan. Waktu tulisan ini dibuat, harga minyak mencapai $121. Memanasnya geopolitik antara Rusia dan Amerika ditambah melemahnya dolar, dimana Euro sebesar 1,49 terhadap dolar, membuat minyak melejit tinggi.

Kemarin kubaca pemerintah merencanakan akan merevisi asumsi minyak di APBN menjadi $100/barel, jelas ini tindakan yang sangat gegabah. Tampaknya pemerintah perlu disuntik input dari para ekonom sekaligus pelaku pasar, sehingga tidak terlalu naif dan lebih realistis (baca : masuk akal) dalam membuat perkiraan. Perubahan terus menerus asumsi APBN yg dikonsultasikan dengan DPR karena reaksi sesaat jelas akan menyita banyak tenaga, waktu dan (tentu saja) biaya.

Hari ini IHSG sektor komoditas tampaknya akan panen besar. Apalagi kalau mempertimbangkan berita dari Bloomberg ini : Commodities headed for their biggest weekly gain in 33 years as oil rose for a third day and a weakening dollar revived demand for raw materials as alternative assets. Disamping itu, sentimen Dow yang naik 0,11% pasti ini akan menjadi berita positif. Kenaikan harga minyak yang signifikan namun Dow tetap naik, jelas merupakan berita bagus.

Kamis, 21 Agustus 2008

Fenomena Minyak

Meski Dolar menguat terhadap Euro serta laporan inventori minyak di Amerika mencapai 9.4 million barrels, jauh diatas perkiraan 1.7 million-barrel, namun harga minyak tetap naik mendekati $115. Goldman Sachs juga memproyeksikan minyak akan naik mencapai $149 pada akhir tahun. Sinyal kenaikan harga minyak tampaknya sulit terbendung. Agaknya, persoalan supply minyak jauh lebih krusial daripada penguatan dolar. Mungkin kenaikan minyak akan terhambat sementara waktu oleh penguatan dolar, namun hal itu akan bersifat sementara.

Tren kemarin2 harga minyak terus turun. Lalu, Venezuela meminta OPEC untuk mengurangi produksi bila harga minyak terus turun. Akhirnya, harga minyak tak mampu mencapai level psikologis $110. Kini ia membal ke atas lagi. Secara teknikal harga minyak memang akan naik, seperti yang kulihat dari analis teknikalnya Pak Tasrul.

Dilihat dari permintaan, kebutuhan energi tampaknya akan terus melonjak. Cina beberapa waktu lalu memperlihatkan perlambatan ekonomi, sehingga kebutuhan energi melambat. Namun, kemarin pemerintah Cina diberitakan akan memberikan stimulus fiskal yang sangat besar untuk mendorong ekonomi domestik. Indeks saham yang pingsan tahun ini di Cina, kemarin tiba2 langsung melonjak 7% menyambut berita itu. Konsekuensi dari ini, jelas melajunya mesin ekonomi Cina akan membutuhkan pasokan energi yang cukup besar.

Rabu, 20 Agustus 2008

Harga Minyak Naik Perlahan

Dow semalam jatuh 1,14%. Inflasi yang tinggi dan sektor finansial yang masih buruk akibat jebolnya kredit perumahan menjadi sentimen. Sementara itu, minyak naik ke atas $ 114 karena nilai tukar Dolar melemah terhadap Euro.

Berikut petikan berita di Yahoo dan CNBC : Wall Street fell sharply for a second straight session Tuesday after a hefty jump in wholesale inflation and a drop in new home construction gave investors more reason to believe an economic recovery is far off. The Dow Jones industrial average dropped 130 points. Oil prices rebounded Tuesday, jumping back above $114 barrel after the dollar weakened against the euro and a rally in heating oil pulled new buyers into energy markets.

Hampir bisa dipastikan IHSG hari ini di sektor komoditas akan naik mengikuti sentimen kenaikan harga komoditas di dunia. Sementara itu, bila ingin masuk sektor perbankan & properti mesti lebih berhati-hati.

Rabu, 13 Agustus 2008

Mimpi Buruk Belum Berakhir

Setelah komoditas yang jebol belum berakhir, kini sektor keuangan juga akan diterpa badai. Dow semalam anjlok 1,2%, sektor keuangan jeblok. Sentimen Dow ini akan membawa sinyal buruk bagi IHSG maupun berbagai indeks negara lain. Sementara itu, hari ini minyak masih di kisaran $113/barel. Ini masih berita yang belum begitu baik bagi sektor komoditas.

Ini berita Yahoo: Wall Street skidded lower Tuesday as downbeat news from JPMorgan Chase & Co. and other financial companies lifted the market's anxiety about the continuing impact of the credit crisis on the economy. The Dow Jones industrials fell nearly 140 points. JPMorgan, the nation's second-largest bank by assets, said in a regulatory filing it lost $1.5 billion. And UBS AG, Switzerland's largest bank, reported further losses and write-downs of $5.1 billion during the second quarter.

Badai masih belum berlalu. Sektor keuangan hari ini kemungkinan akan gantian jeblok. Mencoba melihat dari segi positif IHSG, ini waktunya mencermati berbagai saham yang berfundamental bagus yang jatuh terlalu dalam. Mari kita tunggu hingga siklus berbalik arah, biasanya emiten tersebut akan paling cepat melejit.

Tadi pagi waktu mandi mikir-mikir, tampaknya perlu back to basic kembali mempelajari & mendalami candlestick pertanda bearish. Kadang-kadang kalau tidak mengalami, sulit mengingat kembali tanda-tanda itu. Aku sudah dihajar dengan doji & shooting star dua kali. Mari belajar dari kesalahan. Semoga itu tidak berulang kembali.

BUMI Triple Bottom


BUMI hari ini menunjukkan triple bottom reversal. Apakah benar2 akan reversal? Mari kita tunggu besok. Bila minyak naik, hampir bisa dipastikan BUMI akan melejit. Namun, bila minyak masih turun maka BUMI sekali lagi akan menguji apakah analisis teknikal atau isu sektoral yang lebih kuat. Mari kita tunggu besok

Selasa, 12 Agustus 2008

INDF yang Luar Biasa


INDF hari ini adalah emiten yg luar biasa. Saham ini ditekan turun hingga turun 7,5% (Rp 1.850), namun naik lagi hingga Rp 2.000. Candlestick INDF hari ini berbentuk doji dengan kaki bawah yang panjang. Bagi yang bisa mendapatkan saham ini di kisaran Rp 1.850, maka saya mengucapkan salut bagi Anda. Saham ini juga masih berpotensi naik besok.

IHSG Nyungsep

Hari ini IHSG nyungsep 3,57%. IHSG berada di 2.058. Ini terburuk sejak Agustus tahun lalu. Jatuhnya minyak ke harga $ 113 disertai penguatan dolar membuat berbagai saham komoditas hancur. Sektor pertanian anjlok 6,42% dan mining jebol 4,8%. Berbagai sektor lain ikut terseret dan membuat semua indeks sektoral merah membara.

Ini berita Yahoo, Blomberg & CNBC : Oil prices fell Tuesday in Asia to a 3-month low as a stronger dollar and weakening crude demand from China weighed on investor sentiment. Gold, platinum and silver plunged to their lowest in more than seven months, leading commodities into a bear market, on concern a spreading global economic slowdown will reduce demand for raw materials. The dollar hit a six-month high against a basket of major currencies on Tuesday, benefiting from weakness in commodities, as investors looked beyond U.S. growth worries to a slowing global economy.

Sebuah Dilema

Dow melanjutkan penguatan sebesar 0,41%. Kenaikan ini disebabkan turunnya harga minyak yang mencapai $ 114/barel. Ekonomi global yang melambat diprediksikan akan membuat kebutuhan minyak menurun. Penguatan dolar juga makin menekan harga minyak. Konflik Rusia dan Georgia tidak terlalu dikhawatirkan seperti sebelumnya akan menghambat pasokan minyak.

Kemarin IHSG adalah terburuk sejak Agustus 2007. IHSG bergerak anomali terhadap Dow karena penguatan IHSG terutama karena penguatan harga komoditas, sedangkan Dow justru sebaliknya. Kini belum ada sentimen yang cukup kuat mendorong penguatan IHSG. Agaknya, kita akan mengalami masa bearish yang cukup panjang.

Sebuah dilema terjadi. Sektor komoditas menunjukkan penurunan harga namun dalam kondisi oversold, sementara sektor finance masih dalam tren penurunan & overbought. Dua sektor tersebut adalah penggerak indeks. Situasi ini membuat pilihan sangat terbatas, kita perlu hati-hati & perlu bergerak cepat. Kemungkinan hari ini sektor finance akan naik secara terbatas setelah mengalami penurunan beberapa hari. BUMI menunjukkan double bottom yang berpotensi reversal. Apakah faktor teknis atau sentimen sektoral yang akan lebih kuat? Mari kita lihat pasar hari ini.

Kamis, 07 Agustus 2008

Sektor Finance Kelelahan


Setelah melakukan rally kenaikan yang cukup panjang, sektor finance secara teknis menunjukkan kelelahan. Tanggal 24 Juli merupakan puncak kenaikan sektor ini, lalu ia merosot. Sudah 3 kali mencoba mendobrak resisten, namun tidak berhasil. Indikator MACD, Stochastic, dan RSI menunjukkan tren penurunan. Dot dari parabolic SAR juga telah di atas candle stick.

Kemungkinan kuat dari sektor ini adalah dia akan turun, atau paling tidak melakukan side ways namun dengan tren turun. Strategi yang dipakai untuk ini adalah memanfaatkan Low High dan Low Low, sesuatu yang cukup sulit bila tidak mengenal karakter berbagai emiten di dalamnya.

Rabu, 06 Agustus 2008

IHSG Dead Cross


Hari ini IHSG menunjukkan dead cross, MA 5 dan MA 20. Indikator MACD juga menunjukkan tanda turun. Semoga ini bukan pertanda buruk.

IHSG Naik Tipis

Seperti yang diperkirakan tadi pagi, hari ini sektor konsumsi melaju naik 1,24%. IHSG hanya naik 0,07%. Sektor keuangan turun tipis 0,07%. Sektor keuangan memang agak rawan koreksi karena secara teknis telah overbought. Sektor mining juga turun sebesar 0,26%.

Sore ini minyak merambat naik lagi hingga melampaui $119. Situasi geopolitik yang belum menentu menyebabkan minyak dengan mudah melonjak naik atapun turun. Ini berita dari CNBC : "Oil stood firm above $119 a barrel on Wednesday, recovering from three-month lows triggered by concerns about weakening demand from a global economic slowdown. An explosion on a key oil pipeline in eastern Turkey late on Tuesday provided a bullish backdrop, adding to Nigerian supply concerns and the threat of disruptions from Iran should its standoff with the west worsen."

Sektor mining kini sedang oversold, ia akan mudah melonjak naik bila harga minyak melonjak. Salah satu emiten mining yang menarik adalah BUMI. Hari ini pergerakannya antara Rp 5.050 hingga Rp 5.550 (atau Rp 500) dengan transaksi hampir mencapai Rp 1,4 T. Sayang, hari ini aku tidak berhasil melakukan average down. Target harga pada support 2 ternyata tidak tercapai. BUMI hampir mencapai support 1, lalu mental ke atas dan tertekan lagi sehingga turun 1 poin dibanding hari kemarin. Bila mampu memperkirakan harga terbawah BUMI pada tiap hari transaksi atau memahami karakter emiten ini, akumulasi keuntungan akan segera menumpuk.

Sektor Konsumsi Melaju

Dow naik tinggi hampir 3%. The Fed tidak menaikkan suku bunga merupakan kabar baik. Pasar menjadi lebih optimis karena ekonomi agak bergerak lebih cepat tanpa terlalu takut dengan inflasi, seiring harga minyak yg turun. Pada akhirnya, teori konspirasi harga minyak akan berakhir dengan apa yang terjadi di pasar. Real demand & supply akhirnya yang bicara. Berita dari yahoo cukup menggambarkan ini : Oil traders sent crude prices tumbling as low as $118 a barrel Tuesday on the growing belief that a U.S. economic slowdown and high energy costs are curbing consumer demand for gasoline and other petroleum products.

IHSG akan diperkirakan akan rebound hari ini, sektor konsumsi & finance kemungkinan masih akan naik. BI rate yang naik kemarin akan menahan laju inflasi & akan menaikkan konsumsi. Sektor komoditas kemungkinan masih dalam posisi yang lemah, namun bila turunnya terlalu dalam adalah kesempatan untuk melakukan averaging down. Siklus akan terus berjalan, ada yang naik dan ada yang turun. Pilihan saham2 yang blue chips akan mengurangi resiko ketika saham turun, karena akan naik kembali.

Bila IHSG turun seperti pernah terjadi beberapa waktu lalu ketika Dow & regional naik tinggi namun IHSG justru meluncur ke bawah, ini tetap merupakan kesempatan melakukan spekulatif buy. IHSG terkadang terlambat 1-2 hari merespons indeks utama internasional & regional. Namun yang perlu diingat, pertimbangan pembelian saham dengan fundamental yang baik akan mengurangi resiko.

Selasa, 05 Agustus 2008

IHSG Anjlok

Seperti yang telah diperkirakan tadi pagi, IHSG ambrol hingga 1,9%. IHSG bahkan sempat melampaui minus 3%. Sementara itu, indeks mining jebol hingga 6,2% dan indeks agri turun 3,1%. Jebloknya sektor komoditas menyeret berbagai sektor lain. Sektor komoditas merupakan penopang kuat indeks. Tren mahalnya komoditas di tingkat internasional tentu menguntungkan negara yang kaya SDA.

Ini berita dari Bisnis Indonesia : Harga CPO Malaysia terjungkal 4,8% siang tadi hingga level terendah dalam sembilan bulan dipicu aksi jual investor global karena khawatir akan berkurangnya permintaan minyak nabati akibat perlambatan ekonomi. CPO dan minyak kedelai yang ditransaksikan di China, pasar minyak goreng terebsar, kedua-duanya anjlok hingga limit transaksi harian yakni 5%. Kedua minyak nabati ini bersubtitusi dan sering kali pergerakan harganya seiring dengan harga minyak mentah karena dipakai juga untuk bahan bakar alternatif. Harga minyak sore ini turun hingga di level US$120,48 per barel, level terendah dalam tiga bulan. Bahkan, ia sempat menyentuh US$118 per barel.

Apakah jebolnya harga komoditas otomatis menjadi doomsday bagi semua sektor? Belum tentu. Sektor komoditas turun, maka ekspektasinya membuat inflasi lebih terkendali sehingga sektor konsumsi akan naik karena daya beli masyarakat lebih kuat. Inilah yang membuat emiten sektor konsumsi akan naik seperti INDF ataupun UNVR. Harga minyak yang turun juga membuat ekspektasi penjualan kendaraan bermotor meningkat seperti yang dilihat pada ASII. Tadi pagi siang aku sudah mikir2 soal ini, sayang terlalu terpengaruh pada analisa orang lain dari sekuritas tertentu makanya aku jadi agak ragu2.

BI rate sudah diperkirakan akan naik menjadi 9%. Akibatnya, sektor finance hari ini naik tipis. Agaknya, ini juga ditopang sentimen kinerja perbankan yang memang bagus.

Harga Minyak Jatuh

Minyak turun tajam hampir mencapai $4, menjadi $120. Meski minyak turun, Dow juga minus 0,37%. Kekhawatiran terhadap inflasi menghantui Dow. Sementara itu, harga berbagai komoditas juga turun drastis. Indeks batu bara turun 8,6%.

Ini adalah berita dari Bloomberg, CNBC dan Yahoo : "Wall Street fell Monday in an erratic session dominated by worries about inflation -- which were somewhat soothed by a plunge in oil prices that took crude to its lowest level in three months." "Crude oil futures at the New York Mercantile Exchange on Monday fell at one point below $120 a barrel for the first time since early May, and way below the record $147 reached just over three weeks ago.Every $1 decline in the price of oil equals about a 2.4-cent drop in the price for a gallon of gasoline."

"Corn and soybeans both fell more than 5 percent, dropping as much as the daily limit allowed on the Chicago Board of Trade, as favorable weather may boost the crops."

"Copper tumbled as much as 4.3 percent to $3.426 a pound on the Comex division of the Nymex, the lowest price since Feb. 8. Inventories monitored by the London Metal Exchange reached the highest level since February. Aluminum, nickel and other industrial metals also fell. Platinum capped the biggest two-day decline in 22 years."

Agak sulit memperkirakan arah sektor mana yang akan bergerak naik hari ini di IHSG, yang jelas agaknya sektor komoditas akan kembali turun sejalan tren kemarin dan tren internasional. Sektor finance masih menunggu BI rate hari ini, secara teknis sektor ini juga rawan terkoreksi karena sudah overbought. BISI secara teknis sebenarnya menarik karena mulai meninggalkan oversold sebab harga yang naik drastis kemarin, namun jatuhnya harga jagung cukup mengkhawatirkan. Pilihan hari ini adalah wait & see atau setidaknya sesegera mungkin hit & run.

Sabtu, 02 Agustus 2008

TBLA Golden Cross


Secara teknis TBLA tanggal 1 Agustus (Jumat) pada posisi Golden Cross, MA 5 & MA 20. Dilihat dari indikator MACD, ia juga masih terlihat dalam tren ke atas. Lalu, meninjau posisi RSI masih jauh dari overbought. Secara fundamental, laporan keuangan TBLA menunjukkan profit yang melonjak.

Meski Jumat saham-saham perkebunan merosot seperti AALI (-2,96%), SGRO (-3,22%), dan UNSP (-2,87%) yang disebabkan melemahnya harga future palm oil di Malaysia, namun TBLA tidak turun. Ini menunjukkan TBLA cukup kuat. Bila posisi minyak tetap tinggi pada hari Senin, TBLA kemungkinan akan naik.

Minyak yang Menentukan

Minyak semalam akhirnya ditutup di atas $ 125, ini akibat isu Iran masih menghantui. Dow merosot sebesar 0,45%. Sentimen naiknya harga minyak dan tingkat pengangguran yang tinggi membuat Dow jatuh. Berikut berita dari Yahoo dan Bloomberg : "Oil prices ended slightly higher Friday, pushing back above $125 a barrel as the threat of a conflict with Iran rattled energy markets after a week of wild swings." "The U.S. unemployment rate rose to the highest level in more than four years as employers cut jobs again in July, increasing the threat of a deeper economic slowdown."

Bila minyak masih dalam posisi yang tinggi hingga hari Senin, maka sektor mining akan melonjak setelah terkena koreksi Jumat kemarin. Bagi yang memegang saham BUMI pada harga paling bawah, ini adalah berita yang bagus. Koreksi harga BUMI pada Jumat kemarin, terlalu besar. Konsekuensinya, BUMI bisa meloncat cukup tinggi.

Ciri-ciri Break Out


Saham ENRG adalah saham yang membuat frustasi sebelum 25 Juli. Ketika tren sektor mining mulai menanjak naik, saham ini tetap turun atau dalam posisi sideways. Bagi yang tidak sabar pasti akan cut loss atau tidak tertarik dengan saham ini. Tiba-tiba dalam satu hari ENRG naik 20,5%, peningkatan yang dramatis ini bahkan terjadi menjelang akhir sesi perdagangan. Peningkatan ini sungguh luar biasa. Apa yang terjadi pada saham ini dilihat dari analisa teknikal?

Mari kita lihat dari tanggal 2 Juli, ENRG sudah oversold dilihat dari indikator Relative Strength Index (RSI)yang dibawah 30%. Posisi oversold ini tak pernah berubah hingga lebih dari 2 minggu. Akan tetapi, ada yang menarik menjelang break out. Terdapat pada 3 hari sebelumnya (meski tidak berturut-turut), level 710 tidak bisa ditembus (lihat panah). Harga di level 710 adalah support yang kuat. Pada hari ke 4, setelah level 710 disentuh maka ia menjadi trigger untuk meloncat ke atas. Dalam satu hari. Boom!!!!. ENRG naik 20,5%. Luar biasa!!!

Jumat, 01 Agustus 2008

Minyak yang sangat Volatile

IHSG seperti yang kuperkirakan tadi pagi akan turun, namun anjlok hingga 2,4% memang agak diluar dugaan. Momentum anjloknya ekonomi AS menambah sentimen aksi profit taking, disamping itu harga batu bara juga merosot seiring turunnya harga minyak. BUMI sebagai prime mover indeks dengan transaksi 1,4 triliun pada hari ini, tergelincir hampir 9% yang menyeret hampir semua emiten.

Malam ini tiba-tiba minyak meloncat naik menjadi hampir $ 128. Dow juga melorot akibat berita penurunan lapangan kerja, serta sektor manufaktur dan konstruksi. Hingga blog ini kutulis, Dow minus 0,5%. Ini berita dari yahoo : Oil prices jumped almost $3 a barrel Friday, erasing losses from the previous session after a rally in gasoline futures and a drop on Wall Street drew investors back into energy markets. Wall Street extended its decline Friday after readings on jobs, manufacturing and construction indicated that businesses and workers still face a tough U.S. economy.

Bila harga minyak tetap dalam posisi sekarang hingga hari Senin, setelah anjlok lebih dari 4% pada hari ini, maka sektor mining akan mengalami gap up yang sangat kuat. Demikian pula ini akan terjadi pada sektor pertanian (CPO). Mari kita tunggu berita hingga hari Senin.

Pertumbuhan yang Melambat

Dow anjlok sebesar 1,78%. Ini karena hasil pertumbuhan ekonomi maupun pengangguran yang mengecewakan. Agak mengherankan juga, padahal kemarin diberitakan terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja. Sementara itu, harga minyak turun menjadi hampir $124 seiring konsekuensi penyerapan yang berkurang akibat pertumbuhan ekonomi mengecewakan. Amerika adalah penyerap terbesar minyak.

Ini berita dari yahoo: "The Commerce Department's report that gross domestic product grew at a 1.9 percent pace in the second quarter disappointed investors. Economists polled by Thomson Financial/IFR had expected growth of 2.4 percent in the broad measure of the economy's health. Meanwhile, a Labor Department report said the number of people seeking jobless benefits rose to the highest level in five years."

Kemarin pasar modal Indonesia seperti yang aku perkirakan, sektor mining melejit tinggi. Sentimen positif Dow kemarin juga benar2 kuat mendorong pasar modal di Asia. Hari ini, setelah terjadi peningkatan beberapa hari IHSG tampaknya akan sedikit kelelahan. Pelaku pasar modal juga akan wait & see menunggu berita inflasi yang akan diumumkan BPS hari ini. Dari tinjauan candle stick, IHSG menunjukkan pola inverted hammer. Jadi, jangan berharap banyak dengan indeks hari ini. Tren masih tetap tak terlalu berubah, mungkin terjadi koreksi sedikit sebelum melanjutkan tren besarnya.