Seperti yang diperkirakan kemarin, harga minyak terus melanjutkan penguatan. Bahkan, penguatan ini sangat signifikan. Waktu tulisan ini dibuat, harga minyak mencapai $121. Memanasnya geopolitik antara Rusia dan Amerika ditambah melemahnya dolar, dimana Euro sebesar 1,49 terhadap dolar, membuat minyak melejit tinggi.
Kemarin kubaca pemerintah merencanakan akan merevisi asumsi minyak di APBN menjadi $100/barel, jelas ini tindakan yang sangat gegabah. Tampaknya pemerintah perlu disuntik input dari para ekonom sekaligus pelaku pasar, sehingga tidak terlalu naif dan lebih realistis (baca : masuk akal) dalam membuat perkiraan. Perubahan terus menerus asumsi APBN yg dikonsultasikan dengan DPR karena reaksi sesaat jelas akan menyita banyak tenaga, waktu dan (tentu saja) biaya.
Hari ini IHSG sektor komoditas tampaknya akan panen besar. Apalagi kalau mempertimbangkan berita dari Bloomberg ini : Commodities headed for their biggest weekly gain in 33 years as oil rose for a third day and a weakening dollar revived demand for raw materials as alternative assets. Disamping itu, sentimen Dow yang naik 0,11% pasti ini akan menjadi berita positif. Kenaikan harga minyak yang signifikan namun Dow tetap naik, jelas merupakan berita bagus.
Jumat, 22 Agustus 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar