Seperti yang diperkirakan tadi pagi, hari ini sektor konsumsi melaju naik 1,24%. IHSG hanya naik 0,07%. Sektor keuangan turun tipis 0,07%. Sektor keuangan memang agak rawan koreksi karena secara teknis telah overbought. Sektor mining juga turun sebesar 0,26%.
Sore ini minyak merambat naik lagi hingga melampaui $119. Situasi geopolitik yang belum menentu menyebabkan minyak dengan mudah melonjak naik atapun turun. Ini berita dari CNBC : "Oil stood firm above $119 a barrel on Wednesday, recovering from three-month lows triggered by concerns about weakening demand from a global economic slowdown. An explosion on a key oil pipeline in eastern Turkey late on Tuesday provided a bullish backdrop, adding to Nigerian supply concerns and the threat of disruptions from Iran should its standoff with the west worsen."
Sektor mining kini sedang oversold, ia akan mudah melonjak naik bila harga minyak melonjak. Salah satu emiten mining yang menarik adalah BUMI. Hari ini pergerakannya antara Rp 5.050 hingga Rp 5.550 (atau Rp 500) dengan transaksi hampir mencapai Rp 1,4 T. Sayang, hari ini aku tidak berhasil melakukan average down. Target harga pada support 2 ternyata tidak tercapai. BUMI hampir mencapai support 1, lalu mental ke atas dan tertekan lagi sehingga turun 1 poin dibanding hari kemarin. Bila mampu memperkirakan harga terbawah BUMI pada tiap hari transaksi atau memahami karakter emiten ini, akumulasi keuntungan akan segera menumpuk.
Rabu, 06 Agustus 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar