Sekedar mengulas situasi kemarin (semalam tdk sempat) untuk mengingat jejak-jejak yg tertinggal, sehingga bisa menjadi pengalaman yang dipetik dan menjadi catatan melangkah maju. Menjelang pengumuman inflasi kemarin, perdagangan di IHSG sangat fluktuatif. Situasi ini sering menjadi tipikal hari H pengumuman inflasi dan data inflasi sesuai dengan harapan.
Indeks dibuka negatif lalu melanjutkan penguatan hingga masuk teritori positif, namun ia meluncur turun hingga sesi 1 berakhir. Ketika sesi 2 dibuka hampir bersamaan inflasi diumumkan BPS, indeks naik lagi terutama setelah diketahui inflasi Agustus jauh lebih rendah dengan bulan Juli kemarin (0,51% dibanding 1,37%). Indeks terus naik meski tetap tidak masuk teritori positif, namun ia minus sangat tipis 0,06%.
Dalam kacamata trading, situasi ini bisa dibaca para trader profesional (atau katakanlah institusional) menaikkan harga lalu mengambil profit di sesi pagi sehingga indeks naik lalu turun. Situasi ini untuk wait & see, memastikan data inflasi. Setelah konfirm inflasi rendah, lalu harga yang di bawah dibeli kembali (dengan harga rendah) dan indeks mulai berangsur naik. Jadi profesional trader untung 2 kali, take profit and get cheaper price. Coba perhatikan fluktuasi terutama di sektor keuangan, itu sebuah permainan yg sangat lihai. Kemungkinan besar sektor ini akan naik setelah konfirm inflasi rendah (& harga minyak ternyata turun karena badai Gustav cepat mereda).
Karena hari ini ER dengan arif telah menyampaikan pandangan dan ulasannya, saya ingin mengajak merenungkan potret IHSG kemarin. Meski sektor komoditas tambang minus 1,5%, namun indeks ditopang berbagai sektor lain sehingga hanya minus tipis 0,06%. Meski saya memposisikan sebagai investor retail dan mencoba riding the waves dalam situasi apapun, namun terus terang saya berharap IHSG yang tidak terlalu menggantungkan pada sektor tambang ini terus terjadi.
Apakah kita terus menerus harus menggantungkan pada sektor yang ekstraktif & eksploitatif? Sebuah sektor yang tak terlalu mengandalkan know how & added value, namun hanya sebuah keberuntungan adanya peninggalan fosil. Ketika minyak naik tinggi hingga hampir $150 kemarin, rakyat kecil menjerit akibat subsidi minyak dicabut dan berbagai harga kebutuhan dasar melejit tinggi. Sementara itu, para investor justru berlipat kekayaannya karena harga saham komoditas melambung sangat tinggi. Indonesia lalu dikategorikan sebagai negara dengan jumlah peningkatan kenaikan orang kaya salah satu yang tercepat. Dalam realitasnya, kesenjangan semakin tinggi. Ini juga tercermin dalam angka indeks gini (mengukur tingkat kesenjangan) yang semakin tinggi.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia semester kemarin juga naik melebihi yang diperkirakan. Ini tak lebih karena windfall profit kenaikan harga sektor komoditas. Pertumbuhan tetap saja tak berkualitas. Jobless growth. Pertumbuhan ekonomi tinggi ditengah periode deindustrialisasi, infrastruktur yang jebol (lihat krisis listrik kemarin) dan tanpa penciptaan tenaga kerja (sektor informal menjamur karena tak ada jalan lain). Pertumbuhan tanpa pemerataan.
Ekonomi Indonesia perlu bertransformasi lebih maju bukan hanya didorong sektor eksploitatif, ia mesti lebih mengandalkan sektor manufaktur, pertanian, jasa, informasi, dll. Kembali ke pasar modal, diharapkan pasar modal kita menjadi cerminan apa yang terjadi pada sektor riil. Pasar modal kembali ke khittah-nya, berjalan beriringan dan menjadi bahan bakar dan sekaligus pendorong sektor riil. Semoga ini bukan mimpi di siang bolong.
Selasa, 02 September 2008
Senin, 01 September 2008
Menunggu Data Inflasi
Menurut Bloomberg (update 4), Badai Gustav jauh lebih buruk mempengaruhi produksi minyak dan gas dibandingkan Katrina. Berita ini tampaknya akan membuat naik harga minyak, namun penguatan dolar terhadap euro akan memoderasi kenaikan harga minyak. Ditinjau dari sudut jangka pendek pun, harga minyak tampaknya juga akan merambat naik seiring kebutuhan yang meningkat menjelang musim dingin. Seandainya-pun minyak turun, minimal Venezuela, Iran dan Ekuador akan meminta OPEC tidak menambah atau justru mengurangi produksi.
Secara teknikal, bila mengaitkan kenaikan harga minyak dengan emiten pertambangan di IHSG, maka tren naik sudah terlihat. Golden cross SMA 5 dan 20 pun telah terjadi pada sektor pertambangan. Hanya saja, volatilitas minyak yang tinggi membuat kita tetap harus bersikap hati-hati. Ekspektasi yang terlalu tinggi bisa membuat kita membeli harga di atas dan tiba-tiba terbanting ke bawah.
Membaca arah IHSG hari ini agak sulit, terutama Dow semalam dan malam ini belum buka (libur hari buruh). Ini membuat kita agak sulit membaca sentimen pasar dunia. Sentimen yang bisa diandalkan hari ini adalah laporan inflasi oleh BPS. Ini akan membuat pasar wait & see. Bila inflasi lebih tinggi dari ekspektasi pasar, maka saham perbankan dan properti dijauhi akan dijauhi. Bisnis properti juga sangat dekat dengan pembiayaan Bank, bila bunga bank meningkat akibat meyesuaikan inflasi maka profit sektor properti juga akan tergerus. Tentu saja, ini akan memerosotkan harga saham properti.
Secara teknikal, bila mengaitkan kenaikan harga minyak dengan emiten pertambangan di IHSG, maka tren naik sudah terlihat. Golden cross SMA 5 dan 20 pun telah terjadi pada sektor pertambangan. Hanya saja, volatilitas minyak yang tinggi membuat kita tetap harus bersikap hati-hati. Ekspektasi yang terlalu tinggi bisa membuat kita membeli harga di atas dan tiba-tiba terbanting ke bawah.
Membaca arah IHSG hari ini agak sulit, terutama Dow semalam dan malam ini belum buka (libur hari buruh). Ini membuat kita agak sulit membaca sentimen pasar dunia. Sentimen yang bisa diandalkan hari ini adalah laporan inflasi oleh BPS. Ini akan membuat pasar wait & see. Bila inflasi lebih tinggi dari ekspektasi pasar, maka saham perbankan dan properti dijauhi akan dijauhi. Bisnis properti juga sangat dekat dengan pembiayaan Bank, bila bunga bank meningkat akibat meyesuaikan inflasi maka profit sektor properti juga akan tergerus. Tentu saja, ini akan memerosotkan harga saham properti.
Jumat, 29 Agustus 2008
Meninjau Sektor Komoditas dan Keuangan

Akibat perjalanan ke Bandung dan dilanjutkan rapat hingga larut malam, ulasan sore menjadi ulasan tengah malam. IHSG sore tadi seperti diperkirakan naik 0,65%. Sektor komoditas (agri & mining) mengalami peningkatan sekitar 1,23% & 1,33%. Sektor keuangan sesi pagi menanjak tinggi, lalu sesi kedua terjadi aksi profit taking. Menit-menit terakhir juga menegangkan, harga diturunkan lalu dinaikkan dan kemudian dijatuhkan sehingga turun sangat tipis 0,04%. Dalam konteks ini, benarlah ungkapan "trading is the name of the game". Siapa yang pengen untungnya banyak dan menggenggam terlalu lama justru beresiko rugi akibat kehilangan momentum.
Sektor komoditas (dalam hal ini mining) dan sektor keuangan adalah dua sektor yang sering bertolak belakang akhir-akhir ini. Lihat gambar, terlihat sangat kentara mulai pertengahan Juni kedua sektor itu mempunyai arah saling kebalikan. Memang ada pengecualian (nyaris seperti hari ini), namun agak jarang. IHSG pun terlihat searah dengan pergerakan sektor komoditas yang merupakan penggerak utama indeks. Menyadari dua arah yang berbeda itu, ini sebenarnya bisa dijadikan kesempatan untuk mengambil manfaat setiap hari.
Sampai sore tadi minyak yang terus naik membuat sentimen komoditas positif di IHSG, namun waktu tulisan ini ditulis (hampir jam 24) minyak turun ke $ 115 dan Dow naik 1,5% akibat laju pertumbuhan ekonomi Amerika yang tinggi serta penurunan pengangguran. Apa yang terjadi besok, mari kita lihat perkembangan berita dan mencermati pola chart dan candlestick. Sayang, pagi besok tidak bisa membuat ulasan karena rapat pagi-pagi jam 7.
Kamis, 28 Agustus 2008
Dow Naik meski Minyak Melejit
Bukan hanya di survei, naiknya consumer confidence di US ternyata terealisasi dalam kenyataan. Consumer spending di negara paman Sam itu meningkat lebih tinggi dari perkiraan. Hal itu membuat Dow naik 0,79%, meskipun minyak naik di atas $ 118. Sektor keuangan yang diproyeksikan membaik menambah sentimen penguatan Dow.
Berita CNBC ini menunjukkan mengapa minyak naik: Energy companies are bracing for the worst storm to threaten the Gulf of Mexico since 2005 as Tropical Storm Gustav churned toward the heart of U.S. offshore oil production. Lalu, perihal sektor keuangan : Shares of Fannie Mae and Freddie Mac rallied for a second day amid growing expectations that the mortgage finance giants will be able to weather the housing storm without a government rescue.
Petikan ini dari Yahoo : Wall Street posted a big advance after the government reported a larger-than-expected increase in orders for big-ticket manufactured goods that indicated the economy is stronger than many investors thought. Durable goods, which also include cars, appliances and machinery, are under scrutiny not only because they reflect business spending, but because they are also an indicator of consumer confidence. The July increase equaled a 1.3 percent rise in June; both months produced the strongest gains since a 4.1 percent leap back in December.
Saya mengucapkan selamat bagi Anda yang membeli saham sektor komoditas & keuangan pada harga di bawah dan terlihat mulai naik ke atas. Potensi kenaikan saham-saham tersebut kian terlihat hari ini, sentimen positif Dow akan berimbas ke IHSG. Kemampuan menganalisa chart dan memprediksikan "arah mata angin" akan bisa mengalirkan rezeki yang konsisten. Disamping itu kesabaran dan niat baik, tentunya akan direstui dari yang di Atas. Amin..:)
Berita CNBC ini menunjukkan mengapa minyak naik: Energy companies are bracing for the worst storm to threaten the Gulf of Mexico since 2005 as Tropical Storm Gustav churned toward the heart of U.S. offshore oil production. Lalu, perihal sektor keuangan : Shares of Fannie Mae and Freddie Mac rallied for a second day amid growing expectations that the mortgage finance giants will be able to weather the housing storm without a government rescue.
Petikan ini dari Yahoo : Wall Street posted a big advance after the government reported a larger-than-expected increase in orders for big-ticket manufactured goods that indicated the economy is stronger than many investors thought. Durable goods, which also include cars, appliances and machinery, are under scrutiny not only because they reflect business spending, but because they are also an indicator of consumer confidence. The July increase equaled a 1.3 percent rise in June; both months produced the strongest gains since a 4.1 percent leap back in December.
Saya mengucapkan selamat bagi Anda yang membeli saham sektor komoditas & keuangan pada harga di bawah dan terlihat mulai naik ke atas. Potensi kenaikan saham-saham tersebut kian terlihat hari ini, sentimen positif Dow akan berimbas ke IHSG. Kemampuan menganalisa chart dan memprediksikan "arah mata angin" akan bisa mengalirkan rezeki yang konsisten. Disamping itu kesabaran dan niat baik, tentunya akan direstui dari yang di Atas. Amin..:)
Rabu, 27 Agustus 2008
Minyak Melambung
Setelah harga minyak turun hingga level $113, kini harga minyak naik kembali ke $116. Badai Gustav dikhawatirkan bakal menerjang fasilitas produksi minyak AS di Teluk Meksiko dalam beberapa hari mendatang. Harga minyak sangat rawan spekulasi, naik turun minyak ditentukan berdasar isu harian. Naiknya harga minyak menyeret kenaikan sektor komoditas tambang. Meski minyak naik, Dow semalam juga naik 0,23%. Meningkatnya tingkat kepercayaan konsumen serta naiknya penjualan perumahan menjadi sentimen positif.
Berita naiknya Dow di tengah kenaikan harga minyak akan membawa sentimen positif. Keyakinan akan adanya peningkatan konsumsi dipercaya akan lebih menggerakkan roda perekonomian. Hari ini IHSG kemungkinan akan berada pada teritori positif dengan transaksi yang lebih menebal.
Dua hari kemarin IHSG lesu darah & tak bergairah karena sepi dengan sentimen positif. Secara teknikal bila IHSG dapat mendobrak level psikologis 2.130 diharapkan ini akan memulai rally untuk melaju ke periode bullish. Mari kita lihat pasar hari ini.
Berita naiknya Dow di tengah kenaikan harga minyak akan membawa sentimen positif. Keyakinan akan adanya peningkatan konsumsi dipercaya akan lebih menggerakkan roda perekonomian. Hari ini IHSG kemungkinan akan berada pada teritori positif dengan transaksi yang lebih menebal.
Dua hari kemarin IHSG lesu darah & tak bergairah karena sepi dengan sentimen positif. Secara teknikal bila IHSG dapat mendobrak level psikologis 2.130 diharapkan ini akan memulai rally untuk melaju ke periode bullish. Mari kita lihat pasar hari ini.
Selasa, 26 Agustus 2008
Dolar Menguat
Hari ini IHSG sekaligus terpukul dari 2 sisi, yaitu sektor finansial dan sektor komoditas. Sentimen negatif sektor finansial global menerjang ke segenap penjuru dunia membuat sektor ini keok pula di Asia. Anjloknya sektor finansial sebesar 3% semalam di Amerika memang membuat jerih. Di sisi lain, harga minyak hari ini juga meluncur turun ke $ 113 (waktu blog ini ditulis).
BP dilaporkan memulai lagi peluncuran kapal tanker yang mampu memuat 1 juta barel/hari dari Turki. Disamping itu, Euro juga jatuh terhadap Dolar lebih dari 1%. Data consumer confindence ekonomi Jerman menunjukkan penurunan jauh di bawah ekspektasi. Euro langsung lesu seiring negara penopang terkuat Euro Zone limbung. Dolar yang sangat kuat membuat berbagai harga komoditas seperti emas, perak, tembaga, jagung, gandum, CPO ataupun gula langsung rontok.
IHSG yang ditopang oleh sektor komoditas dan keuangan langsung jebol, untung saja transaksi hari ini sangat tipis sehingga penurunan yang sangat dalam tidak terjadi. IHSG turun -0,92% dipimpin oleh sektor pertanian -1.64%, lalu finansal -1.41% dan tambang -1.29%.
BP dilaporkan memulai lagi peluncuran kapal tanker yang mampu memuat 1 juta barel/hari dari Turki. Disamping itu, Euro juga jatuh terhadap Dolar lebih dari 1%. Data consumer confindence ekonomi Jerman menunjukkan penurunan jauh di bawah ekspektasi. Euro langsung lesu seiring negara penopang terkuat Euro Zone limbung. Dolar yang sangat kuat membuat berbagai harga komoditas seperti emas, perak, tembaga, jagung, gandum, CPO ataupun gula langsung rontok.
IHSG yang ditopang oleh sektor komoditas dan keuangan langsung jebol, untung saja transaksi hari ini sangat tipis sehingga penurunan yang sangat dalam tidak terjadi. IHSG turun -0,92% dipimpin oleh sektor pertanian -1.64%, lalu finansal -1.41% dan tambang -1.29%.
Anomali Minyak dan Sektor Komoditas
Kekhawatiran terhadapnya rapuhnya sistem finansial serta terjadinya penguatan harga minyak menghantam Dow sehingga anjlok menjadi 2,08%. Minyak menguat ke $ 115.47 akibat khawatir dengan badai tropis yang terjadi di Karibia, disamping itu euro juga menguat terhadap dolar. Sektor finansial merosot 3% dipimpin American International Group Inc (AIG) yang anjlok -5.49%, Bank of America (BAC) tergelincir -4.14% dan JPMorgan (JPM) merosot -4.09%.
Yang mengherankan, ketika harga minyak naik justru harga hasil tambang lain seperti batubara, emas, dan perak justru turun. Indeks batubara di Dow semalam anjlok cukup dalam sebesar 3.1%. Arah IHSG hari ini jadinya agak sulit ditebak. Harga minyak naik biasanya mengerek sektor komoditas yang menjadi prime mover-nya IHSG, namun apa yang terjadi bila harga sektor komoditas di pasar internasional justru turun?
Sektor finansial juga mesti disikapi lebih hati-hati, sentimen di Dow bisa membuat sektor ini ikut meluncur ke bawah. Akan tetapi, imbas ini juga belum tentu akan terjadi. Malam sebelum 13 Agustus Dow jeblok karena sektor keuangan, namun paginya sektor finansial IHSG justru naik. Kita tidak tahu seberapa besar pengaruh sentimen sektor keuangan di Amerika terhadap kekhawatiran sektor itu di Indonesia karena secara fundamental kondisi perbankan kita cukup bagus tercermin dari laporan keuangan yang lalu.
Terlepas dari kemungkinan naik turunnya sektor komoditas atau sektor keuangan, dalam situasi apapun seorang trader mesti bisa berselancar di atas gelombang (riding the wave). Kita bisa melihat semuanya dari sisi positif dan tergantung paradigma kita, kenaikan bisa berarti time to sell (namun ada juga yang melihat ini opportunity untuk buy on strength). Penurunan bisa berarti time to buy (BOW).
Yang mesti digarisbawahi, mampu melihat gambar besar dan jeli melihat chart & candlestick akan meminimalisir kesalahan. Sayang sekali gambar besar hari ini belum bisa terlihat. Pagi sudah merekah dan matahari telah berangsur tinggi. Naiknya harga minyak dan penurunan harga komoditas masih perlu waktu (dan informasi) utk mencerna. Waktunya untuk berangkat kerja. Hari ini saya memilih wait & see atau paling banter hit & run, sembari mencoba memahami apa yang terjadi.
Yang mengherankan, ketika harga minyak naik justru harga hasil tambang lain seperti batubara, emas, dan perak justru turun. Indeks batubara di Dow semalam anjlok cukup dalam sebesar 3.1%. Arah IHSG hari ini jadinya agak sulit ditebak. Harga minyak naik biasanya mengerek sektor komoditas yang menjadi prime mover-nya IHSG, namun apa yang terjadi bila harga sektor komoditas di pasar internasional justru turun?
Sektor finansial juga mesti disikapi lebih hati-hati, sentimen di Dow bisa membuat sektor ini ikut meluncur ke bawah. Akan tetapi, imbas ini juga belum tentu akan terjadi. Malam sebelum 13 Agustus Dow jeblok karena sektor keuangan, namun paginya sektor finansial IHSG justru naik. Kita tidak tahu seberapa besar pengaruh sentimen sektor keuangan di Amerika terhadap kekhawatiran sektor itu di Indonesia karena secara fundamental kondisi perbankan kita cukup bagus tercermin dari laporan keuangan yang lalu.
Terlepas dari kemungkinan naik turunnya sektor komoditas atau sektor keuangan, dalam situasi apapun seorang trader mesti bisa berselancar di atas gelombang (riding the wave). Kita bisa melihat semuanya dari sisi positif dan tergantung paradigma kita, kenaikan bisa berarti time to sell (namun ada juga yang melihat ini opportunity untuk buy on strength). Penurunan bisa berarti time to buy (BOW).
Yang mesti digarisbawahi, mampu melihat gambar besar dan jeli melihat chart & candlestick akan meminimalisir kesalahan. Sayang sekali gambar besar hari ini belum bisa terlihat. Pagi sudah merekah dan matahari telah berangsur tinggi. Naiknya harga minyak dan penurunan harga komoditas masih perlu waktu (dan informasi) utk mencerna. Waktunya untuk berangkat kerja. Hari ini saya memilih wait & see atau paling banter hit & run, sembari mencoba memahami apa yang terjadi.
Senin, 25 Agustus 2008
Belajar dari Kesalahan
Setelah disadarkan perlunya melihat indikator ADX, aku baru menyadari kesalahan yang kubuat ketika membeli SGRO. Aku nyangkut lumayan tinggi di emiten ini. Biarlah waktu yang akan menolong, soalnya aku yakin emiten ini punya prospek cukup bagus. Secara fundamental sangat oks..:)
Seharusnya aku melihat bahwa ADX-nya di bawah 25, bahkan lebih dalam dari itu. Ia berada di bawah 16. Disamping itu candlestick juga menunjukkan shooting star. Jadi komplet sudah kesalahannya...hehehe Memutuskan berinvestasi akan berbahaya bila Anda tak mengerti dengan resikonya. Makanya, belajar terus...;)
Seharusnya aku melihat bahwa ADX-nya di bawah 25, bahkan lebih dalam dari itu. Ia berada di bawah 16. Disamping itu candlestick juga menunjukkan shooting star. Jadi komplet sudah kesalahannya...hehehe Memutuskan berinvestasi akan berbahaya bila Anda tak mengerti dengan resikonya. Makanya, belajar terus...;)
IHSG Melejit di Menit Terakhir
Hari ini IHSG sepi, transaksi tak mencapai 2 T. Dibalik sepinya transaksi, ada fenomena yang menarik yaitu melejitnya IHSG pada menit2 terakhir sehingga masuk ke teritori positif naik 0,31%. Melejitnya indeks ini tampaknya ditopang oleh berita naiknya harga minyak ke atas $ 115. Agaknya, minyak rebound setelah jeblok turun sekitar minus 6% dalam satu hari.
Tekanan kenaikan harga minyak hari ini dinilai sangat kuat karena ia menguat justru ketika dolar juga meningkat terhadap euro. Coba perhatikan transaksi BUMI hari ini, pada menit terakhir salah satu broker dengan kapitalisi terbesar melakukan spekulatif buying pada saham ini. Apakah komoditas memang akan naik? Saya tidak tahu. Mari kita lihat besok pagi-pagi.
Sisi yang biasanya berlawanan dengan sektor komoditas adalah sektor finance. Namun, hari ini ia juga naik cepat pada menit2 terakhir. Terus terang pada mulanya saya agak heran dengan sektor ini karena seharusnya ia naik didorong oleh sentimen dari Bernanke yang menyatakan inflasi moderat dan krisis kredit perumahan yang akan membaik. Tentu ini berita bagus bagi sektor keuangan. Ternyata, sektor ini melejit pada menit2 terakhir. Disamping itu, tampaknya sentimen dari regional (misalnya Hangseng yang naik 3,5%) juga cukup mempengaruhi ekspektasi yang positif.
Tekanan kenaikan harga minyak hari ini dinilai sangat kuat karena ia menguat justru ketika dolar juga meningkat terhadap euro. Coba perhatikan transaksi BUMI hari ini, pada menit terakhir salah satu broker dengan kapitalisi terbesar melakukan spekulatif buying pada saham ini. Apakah komoditas memang akan naik? Saya tidak tahu. Mari kita lihat besok pagi-pagi.
Sisi yang biasanya berlawanan dengan sektor komoditas adalah sektor finance. Namun, hari ini ia juga naik cepat pada menit2 terakhir. Terus terang pada mulanya saya agak heran dengan sektor ini karena seharusnya ia naik didorong oleh sentimen dari Bernanke yang menyatakan inflasi moderat dan krisis kredit perumahan yang akan membaik. Tentu ini berita bagus bagi sektor keuangan. Ternyata, sektor ini melejit pada menit2 terakhir. Disamping itu, tampaknya sentimen dari regional (misalnya Hangseng yang naik 3,5%) juga cukup mempengaruhi ekspektasi yang positif.
Sabtu, 23 Agustus 2008
TBLA, Resisten tak Tertembus

Tak jauh dari perkiraan kemarin, TBLA naik hampir 3% dan membentuk doji. Resisten kuat 540 sayang tak mampu ditembus. Secara teknikal, stochastic %K dan %D telah berpotongan. MACD juga golden cross (tak terlihat di gambar). Sayangnya, isu minyak kini tampaknya kurang mendukung. Tampaknya, koreksi akan terjadi.
TBLA support terkuat di 480 dan resisten terkuat di 540. Bila resisten pertama berhasil ditembus, resisten kedua yang dihadapi di 580. Mari kita lihat dalam satu dua minggu ini.
Miyak Anjlok
Seperti yang telah kuperkirakan, kemarin IHSG naik terutama ditopang sektor komoditas yang melejit hampir 4% pada sektor pertanian. Akhirnya, IHSG naik sebesar 1,5% di tengah indeks regional jeblok.
Semalam minyak anjlok $6 ditopang oleh penguatan dolar akibat sentimen positif inflasi moderat yang dilaporkan Bernanke, akhirnya Dow pun meloncat. Sentimen turunnya harga minyak juga didorong laporan peningkatan output oleh OPEC. Ini berita Yahoo: Wall Street capped a volatile week with sharp gains Friday as oil prices tumbled and after Federal Reserve Chairman Ben Bernanke said inflation pressures are likely to moderate. The Dow Jones industrial average rose nearly 200 points.
Semalam minyak anjlok $6 ditopang oleh penguatan dolar akibat sentimen positif inflasi moderat yang dilaporkan Bernanke, akhirnya Dow pun meloncat. Sentimen turunnya harga minyak juga didorong laporan peningkatan output oleh OPEC. Ini berita Yahoo: Wall Street capped a volatile week with sharp gains Friday as oil prices tumbled and after Federal Reserve Chairman Ben Bernanke said inflation pressures are likely to moderate. The Dow Jones industrial average rose nearly 200 points.
Jumat, 22 Agustus 2008
TBLA Descending Triangle ?
Panen Komoditas
Seperti yang diperkirakan kemarin, harga minyak terus melanjutkan penguatan. Bahkan, penguatan ini sangat signifikan. Waktu tulisan ini dibuat, harga minyak mencapai $121. Memanasnya geopolitik antara Rusia dan Amerika ditambah melemahnya dolar, dimana Euro sebesar 1,49 terhadap dolar, membuat minyak melejit tinggi.
Kemarin kubaca pemerintah merencanakan akan merevisi asumsi minyak di APBN menjadi $100/barel, jelas ini tindakan yang sangat gegabah. Tampaknya pemerintah perlu disuntik input dari para ekonom sekaligus pelaku pasar, sehingga tidak terlalu naif dan lebih realistis (baca : masuk akal) dalam membuat perkiraan. Perubahan terus menerus asumsi APBN yg dikonsultasikan dengan DPR karena reaksi sesaat jelas akan menyita banyak tenaga, waktu dan (tentu saja) biaya.
Hari ini IHSG sektor komoditas tampaknya akan panen besar. Apalagi kalau mempertimbangkan berita dari Bloomberg ini : Commodities headed for their biggest weekly gain in 33 years as oil rose for a third day and a weakening dollar revived demand for raw materials as alternative assets. Disamping itu, sentimen Dow yang naik 0,11% pasti ini akan menjadi berita positif. Kenaikan harga minyak yang signifikan namun Dow tetap naik, jelas merupakan berita bagus.
Kemarin kubaca pemerintah merencanakan akan merevisi asumsi minyak di APBN menjadi $100/barel, jelas ini tindakan yang sangat gegabah. Tampaknya pemerintah perlu disuntik input dari para ekonom sekaligus pelaku pasar, sehingga tidak terlalu naif dan lebih realistis (baca : masuk akal) dalam membuat perkiraan. Perubahan terus menerus asumsi APBN yg dikonsultasikan dengan DPR karena reaksi sesaat jelas akan menyita banyak tenaga, waktu dan (tentu saja) biaya.
Hari ini IHSG sektor komoditas tampaknya akan panen besar. Apalagi kalau mempertimbangkan berita dari Bloomberg ini : Commodities headed for their biggest weekly gain in 33 years as oil rose for a third day and a weakening dollar revived demand for raw materials as alternative assets. Disamping itu, sentimen Dow yang naik 0,11% pasti ini akan menjadi berita positif. Kenaikan harga minyak yang signifikan namun Dow tetap naik, jelas merupakan berita bagus.
Kamis, 21 Agustus 2008
Fenomena Minyak
Meski Dolar menguat terhadap Euro serta laporan inventori minyak di Amerika mencapai 9.4 million barrels, jauh diatas perkiraan 1.7 million-barrel, namun harga minyak tetap naik mendekati $115. Goldman Sachs juga memproyeksikan minyak akan naik mencapai $149 pada akhir tahun. Sinyal kenaikan harga minyak tampaknya sulit terbendung. Agaknya, persoalan supply minyak jauh lebih krusial daripada penguatan dolar. Mungkin kenaikan minyak akan terhambat sementara waktu oleh penguatan dolar, namun hal itu akan bersifat sementara.
Tren kemarin2 harga minyak terus turun. Lalu, Venezuela meminta OPEC untuk mengurangi produksi bila harga minyak terus turun. Akhirnya, harga minyak tak mampu mencapai level psikologis $110. Kini ia membal ke atas lagi. Secara teknikal harga minyak memang akan naik, seperti yang kulihat dari analis teknikalnya Pak Tasrul.
Dilihat dari permintaan, kebutuhan energi tampaknya akan terus melonjak. Cina beberapa waktu lalu memperlihatkan perlambatan ekonomi, sehingga kebutuhan energi melambat. Namun, kemarin pemerintah Cina diberitakan akan memberikan stimulus fiskal yang sangat besar untuk mendorong ekonomi domestik. Indeks saham yang pingsan tahun ini di Cina, kemarin tiba2 langsung melonjak 7% menyambut berita itu. Konsekuensi dari ini, jelas melajunya mesin ekonomi Cina akan membutuhkan pasokan energi yang cukup besar.
Tren kemarin2 harga minyak terus turun. Lalu, Venezuela meminta OPEC untuk mengurangi produksi bila harga minyak terus turun. Akhirnya, harga minyak tak mampu mencapai level psikologis $110. Kini ia membal ke atas lagi. Secara teknikal harga minyak memang akan naik, seperti yang kulihat dari analis teknikalnya Pak Tasrul.
Dilihat dari permintaan, kebutuhan energi tampaknya akan terus melonjak. Cina beberapa waktu lalu memperlihatkan perlambatan ekonomi, sehingga kebutuhan energi melambat. Namun, kemarin pemerintah Cina diberitakan akan memberikan stimulus fiskal yang sangat besar untuk mendorong ekonomi domestik. Indeks saham yang pingsan tahun ini di Cina, kemarin tiba2 langsung melonjak 7% menyambut berita itu. Konsekuensi dari ini, jelas melajunya mesin ekonomi Cina akan membutuhkan pasokan energi yang cukup besar.
Rabu, 20 Agustus 2008
Harga Minyak Naik Perlahan
Dow semalam jatuh 1,14%. Inflasi yang tinggi dan sektor finansial yang masih buruk akibat jebolnya kredit perumahan menjadi sentimen. Sementara itu, minyak naik ke atas $ 114 karena nilai tukar Dolar melemah terhadap Euro.
Berikut petikan berita di Yahoo dan CNBC : Wall Street fell sharply for a second straight session Tuesday after a hefty jump in wholesale inflation and a drop in new home construction gave investors more reason to believe an economic recovery is far off. The Dow Jones industrial average dropped 130 points. Oil prices rebounded Tuesday, jumping back above $114 barrel after the dollar weakened against the euro and a rally in heating oil pulled new buyers into energy markets.
Hampir bisa dipastikan IHSG hari ini di sektor komoditas akan naik mengikuti sentimen kenaikan harga komoditas di dunia. Sementara itu, bila ingin masuk sektor perbankan & properti mesti lebih berhati-hati.
Berikut petikan berita di Yahoo dan CNBC : Wall Street fell sharply for a second straight session Tuesday after a hefty jump in wholesale inflation and a drop in new home construction gave investors more reason to believe an economic recovery is far off. The Dow Jones industrial average dropped 130 points. Oil prices rebounded Tuesday, jumping back above $114 barrel after the dollar weakened against the euro and a rally in heating oil pulled new buyers into energy markets.
Hampir bisa dipastikan IHSG hari ini di sektor komoditas akan naik mengikuti sentimen kenaikan harga komoditas di dunia. Sementara itu, bila ingin masuk sektor perbankan & properti mesti lebih berhati-hati.
Rabu, 13 Agustus 2008
Mimpi Buruk Belum Berakhir
Setelah komoditas yang jebol belum berakhir, kini sektor keuangan juga akan diterpa badai. Dow semalam anjlok 1,2%, sektor keuangan jeblok. Sentimen Dow ini akan membawa sinyal buruk bagi IHSG maupun berbagai indeks negara lain. Sementara itu, hari ini minyak masih di kisaran $113/barel. Ini masih berita yang belum begitu baik bagi sektor komoditas.
Ini berita Yahoo: Wall Street skidded lower Tuesday as downbeat news from JPMorgan Chase & Co. and other financial companies lifted the market's anxiety about the continuing impact of the credit crisis on the economy. The Dow Jones industrials fell nearly 140 points. JPMorgan, the nation's second-largest bank by assets, said in a regulatory filing it lost $1.5 billion. And UBS AG, Switzerland's largest bank, reported further losses and write-downs of $5.1 billion during the second quarter.
Badai masih belum berlalu. Sektor keuangan hari ini kemungkinan akan gantian jeblok. Mencoba melihat dari segi positif IHSG, ini waktunya mencermati berbagai saham yang berfundamental bagus yang jatuh terlalu dalam. Mari kita tunggu hingga siklus berbalik arah, biasanya emiten tersebut akan paling cepat melejit.
Tadi pagi waktu mandi mikir-mikir, tampaknya perlu back to basic kembali mempelajari & mendalami candlestick pertanda bearish. Kadang-kadang kalau tidak mengalami, sulit mengingat kembali tanda-tanda itu. Aku sudah dihajar dengan doji & shooting star dua kali. Mari belajar dari kesalahan. Semoga itu tidak berulang kembali.
Ini berita Yahoo: Wall Street skidded lower Tuesday as downbeat news from JPMorgan Chase & Co. and other financial companies lifted the market's anxiety about the continuing impact of the credit crisis on the economy. The Dow Jones industrials fell nearly 140 points. JPMorgan, the nation's second-largest bank by assets, said in a regulatory filing it lost $1.5 billion. And UBS AG, Switzerland's largest bank, reported further losses and write-downs of $5.1 billion during the second quarter.
Badai masih belum berlalu. Sektor keuangan hari ini kemungkinan akan gantian jeblok. Mencoba melihat dari segi positif IHSG, ini waktunya mencermati berbagai saham yang berfundamental bagus yang jatuh terlalu dalam. Mari kita tunggu hingga siklus berbalik arah, biasanya emiten tersebut akan paling cepat melejit.
Tadi pagi waktu mandi mikir-mikir, tampaknya perlu back to basic kembali mempelajari & mendalami candlestick pertanda bearish. Kadang-kadang kalau tidak mengalami, sulit mengingat kembali tanda-tanda itu. Aku sudah dihajar dengan doji & shooting star dua kali. Mari belajar dari kesalahan. Semoga itu tidak berulang kembali.
BUMI Triple Bottom

BUMI hari ini menunjukkan triple bottom reversal. Apakah benar2 akan reversal? Mari kita tunggu besok. Bila minyak naik, hampir bisa dipastikan BUMI akan melejit. Namun, bila minyak masih turun maka BUMI sekali lagi akan menguji apakah analisis teknikal atau isu sektoral yang lebih kuat. Mari kita tunggu besok
Selasa, 12 Agustus 2008
INDF yang Luar Biasa

INDF hari ini adalah emiten yg luar biasa. Saham ini ditekan turun hingga turun 7,5% (Rp 1.850), namun naik lagi hingga Rp 2.000. Candlestick INDF hari ini berbentuk doji dengan kaki bawah yang panjang. Bagi yang bisa mendapatkan saham ini di kisaran Rp 1.850, maka saya mengucapkan salut bagi Anda. Saham ini juga masih berpotensi naik besok.
IHSG Nyungsep
Hari ini IHSG nyungsep 3,57%. IHSG berada di 2.058. Ini terburuk sejak Agustus tahun lalu. Jatuhnya minyak ke harga $ 113 disertai penguatan dolar membuat berbagai saham komoditas hancur. Sektor pertanian anjlok 6,42% dan mining jebol 4,8%. Berbagai sektor lain ikut terseret dan membuat semua indeks sektoral merah membara.
Ini berita Yahoo, Blomberg & CNBC : Oil prices fell Tuesday in Asia to a 3-month low as a stronger dollar and weakening crude demand from China weighed on investor sentiment. Gold, platinum and silver plunged to their lowest in more than seven months, leading commodities into a bear market, on concern a spreading global economic slowdown will reduce demand for raw materials. The dollar hit a six-month high against a basket of major currencies on Tuesday, benefiting from weakness in commodities, as investors looked beyond U.S. growth worries to a slowing global economy.
Ini berita Yahoo, Blomberg & CNBC : Oil prices fell Tuesday in Asia to a 3-month low as a stronger dollar and weakening crude demand from China weighed on investor sentiment. Gold, platinum and silver plunged to their lowest in more than seven months, leading commodities into a bear market, on concern a spreading global economic slowdown will reduce demand for raw materials. The dollar hit a six-month high against a basket of major currencies on Tuesday, benefiting from weakness in commodities, as investors looked beyond U.S. growth worries to a slowing global economy.
Sebuah Dilema
Dow melanjutkan penguatan sebesar 0,41%. Kenaikan ini disebabkan turunnya harga minyak yang mencapai $ 114/barel. Ekonomi global yang melambat diprediksikan akan membuat kebutuhan minyak menurun. Penguatan dolar juga makin menekan harga minyak. Konflik Rusia dan Georgia tidak terlalu dikhawatirkan seperti sebelumnya akan menghambat pasokan minyak.
Kemarin IHSG adalah terburuk sejak Agustus 2007. IHSG bergerak anomali terhadap Dow karena penguatan IHSG terutama karena penguatan harga komoditas, sedangkan Dow justru sebaliknya. Kini belum ada sentimen yang cukup kuat mendorong penguatan IHSG. Agaknya, kita akan mengalami masa bearish yang cukup panjang.
Sebuah dilema terjadi. Sektor komoditas menunjukkan penurunan harga namun dalam kondisi oversold, sementara sektor finance masih dalam tren penurunan & overbought. Dua sektor tersebut adalah penggerak indeks. Situasi ini membuat pilihan sangat terbatas, kita perlu hati-hati & perlu bergerak cepat. Kemungkinan hari ini sektor finance akan naik secara terbatas setelah mengalami penurunan beberapa hari. BUMI menunjukkan double bottom yang berpotensi reversal. Apakah faktor teknis atau sentimen sektoral yang akan lebih kuat? Mari kita lihat pasar hari ini.
Kemarin IHSG adalah terburuk sejak Agustus 2007. IHSG bergerak anomali terhadap Dow karena penguatan IHSG terutama karena penguatan harga komoditas, sedangkan Dow justru sebaliknya. Kini belum ada sentimen yang cukup kuat mendorong penguatan IHSG. Agaknya, kita akan mengalami masa bearish yang cukup panjang.
Sebuah dilema terjadi. Sektor komoditas menunjukkan penurunan harga namun dalam kondisi oversold, sementara sektor finance masih dalam tren penurunan & overbought. Dua sektor tersebut adalah penggerak indeks. Situasi ini membuat pilihan sangat terbatas, kita perlu hati-hati & perlu bergerak cepat. Kemungkinan hari ini sektor finance akan naik secara terbatas setelah mengalami penurunan beberapa hari. BUMI menunjukkan double bottom yang berpotensi reversal. Apakah faktor teknis atau sentimen sektoral yang akan lebih kuat? Mari kita lihat pasar hari ini.
Kamis, 07 Agustus 2008
Sektor Finance Kelelahan

Setelah melakukan rally kenaikan yang cukup panjang, sektor finance secara teknis menunjukkan kelelahan. Tanggal 24 Juli merupakan puncak kenaikan sektor ini, lalu ia merosot. Sudah 3 kali mencoba mendobrak resisten, namun tidak berhasil. Indikator MACD, Stochastic, dan RSI menunjukkan tren penurunan. Dot dari parabolic SAR juga telah di atas candle stick.
Kemungkinan kuat dari sektor ini adalah dia akan turun, atau paling tidak melakukan side ways namun dengan tren turun. Strategi yang dipakai untuk ini adalah memanfaatkan Low High dan Low Low, sesuatu yang cukup sulit bila tidak mengenal karakter berbagai emiten di dalamnya.
Rabu, 06 Agustus 2008
IHSG Dead Cross
IHSG Naik Tipis
Seperti yang diperkirakan tadi pagi, hari ini sektor konsumsi melaju naik 1,24%. IHSG hanya naik 0,07%. Sektor keuangan turun tipis 0,07%. Sektor keuangan memang agak rawan koreksi karena secara teknis telah overbought. Sektor mining juga turun sebesar 0,26%.
Sore ini minyak merambat naik lagi hingga melampaui $119. Situasi geopolitik yang belum menentu menyebabkan minyak dengan mudah melonjak naik atapun turun. Ini berita dari CNBC : "Oil stood firm above $119 a barrel on Wednesday, recovering from three-month lows triggered by concerns about weakening demand from a global economic slowdown. An explosion on a key oil pipeline in eastern Turkey late on Tuesday provided a bullish backdrop, adding to Nigerian supply concerns and the threat of disruptions from Iran should its standoff with the west worsen."
Sektor mining kini sedang oversold, ia akan mudah melonjak naik bila harga minyak melonjak. Salah satu emiten mining yang menarik adalah BUMI. Hari ini pergerakannya antara Rp 5.050 hingga Rp 5.550 (atau Rp 500) dengan transaksi hampir mencapai Rp 1,4 T. Sayang, hari ini aku tidak berhasil melakukan average down. Target harga pada support 2 ternyata tidak tercapai. BUMI hampir mencapai support 1, lalu mental ke atas dan tertekan lagi sehingga turun 1 poin dibanding hari kemarin. Bila mampu memperkirakan harga terbawah BUMI pada tiap hari transaksi atau memahami karakter emiten ini, akumulasi keuntungan akan segera menumpuk.
Sore ini minyak merambat naik lagi hingga melampaui $119. Situasi geopolitik yang belum menentu menyebabkan minyak dengan mudah melonjak naik atapun turun. Ini berita dari CNBC : "Oil stood firm above $119 a barrel on Wednesday, recovering from three-month lows triggered by concerns about weakening demand from a global economic slowdown. An explosion on a key oil pipeline in eastern Turkey late on Tuesday provided a bullish backdrop, adding to Nigerian supply concerns and the threat of disruptions from Iran should its standoff with the west worsen."
Sektor mining kini sedang oversold, ia akan mudah melonjak naik bila harga minyak melonjak. Salah satu emiten mining yang menarik adalah BUMI. Hari ini pergerakannya antara Rp 5.050 hingga Rp 5.550 (atau Rp 500) dengan transaksi hampir mencapai Rp 1,4 T. Sayang, hari ini aku tidak berhasil melakukan average down. Target harga pada support 2 ternyata tidak tercapai. BUMI hampir mencapai support 1, lalu mental ke atas dan tertekan lagi sehingga turun 1 poin dibanding hari kemarin. Bila mampu memperkirakan harga terbawah BUMI pada tiap hari transaksi atau memahami karakter emiten ini, akumulasi keuntungan akan segera menumpuk.
Sektor Konsumsi Melaju
Dow naik tinggi hampir 3%. The Fed tidak menaikkan suku bunga merupakan kabar baik. Pasar menjadi lebih optimis karena ekonomi agak bergerak lebih cepat tanpa terlalu takut dengan inflasi, seiring harga minyak yg turun. Pada akhirnya, teori konspirasi harga minyak akan berakhir dengan apa yang terjadi di pasar. Real demand & supply akhirnya yang bicara. Berita dari yahoo cukup menggambarkan ini : Oil traders sent crude prices tumbling as low as $118 a barrel Tuesday on the growing belief that a U.S. economic slowdown and high energy costs are curbing consumer demand for gasoline and other petroleum products.
IHSG akan diperkirakan akan rebound hari ini, sektor konsumsi & finance kemungkinan masih akan naik. BI rate yang naik kemarin akan menahan laju inflasi & akan menaikkan konsumsi. Sektor komoditas kemungkinan masih dalam posisi yang lemah, namun bila turunnya terlalu dalam adalah kesempatan untuk melakukan averaging down. Siklus akan terus berjalan, ada yang naik dan ada yang turun. Pilihan saham2 yang blue chips akan mengurangi resiko ketika saham turun, karena akan naik kembali.
Bila IHSG turun seperti pernah terjadi beberapa waktu lalu ketika Dow & regional naik tinggi namun IHSG justru meluncur ke bawah, ini tetap merupakan kesempatan melakukan spekulatif buy. IHSG terkadang terlambat 1-2 hari merespons indeks utama internasional & regional. Namun yang perlu diingat, pertimbangan pembelian saham dengan fundamental yang baik akan mengurangi resiko.
IHSG akan diperkirakan akan rebound hari ini, sektor konsumsi & finance kemungkinan masih akan naik. BI rate yang naik kemarin akan menahan laju inflasi & akan menaikkan konsumsi. Sektor komoditas kemungkinan masih dalam posisi yang lemah, namun bila turunnya terlalu dalam adalah kesempatan untuk melakukan averaging down. Siklus akan terus berjalan, ada yang naik dan ada yang turun. Pilihan saham2 yang blue chips akan mengurangi resiko ketika saham turun, karena akan naik kembali.
Bila IHSG turun seperti pernah terjadi beberapa waktu lalu ketika Dow & regional naik tinggi namun IHSG justru meluncur ke bawah, ini tetap merupakan kesempatan melakukan spekulatif buy. IHSG terkadang terlambat 1-2 hari merespons indeks utama internasional & regional. Namun yang perlu diingat, pertimbangan pembelian saham dengan fundamental yang baik akan mengurangi resiko.
Selasa, 05 Agustus 2008
IHSG Anjlok
Seperti yang telah diperkirakan tadi pagi, IHSG ambrol hingga 1,9%. IHSG bahkan sempat melampaui minus 3%. Sementara itu, indeks mining jebol hingga 6,2% dan indeks agri turun 3,1%. Jebloknya sektor komoditas menyeret berbagai sektor lain. Sektor komoditas merupakan penopang kuat indeks. Tren mahalnya komoditas di tingkat internasional tentu menguntungkan negara yang kaya SDA.
Ini berita dari Bisnis Indonesia : Harga CPO Malaysia terjungkal 4,8% siang tadi hingga level terendah dalam sembilan bulan dipicu aksi jual investor global karena khawatir akan berkurangnya permintaan minyak nabati akibat perlambatan ekonomi. CPO dan minyak kedelai yang ditransaksikan di China, pasar minyak goreng terebsar, kedua-duanya anjlok hingga limit transaksi harian yakni 5%. Kedua minyak nabati ini bersubtitusi dan sering kali pergerakan harganya seiring dengan harga minyak mentah karena dipakai juga untuk bahan bakar alternatif. Harga minyak sore ini turun hingga di level US$120,48 per barel, level terendah dalam tiga bulan. Bahkan, ia sempat menyentuh US$118 per barel.
Apakah jebolnya harga komoditas otomatis menjadi doomsday bagi semua sektor? Belum tentu. Sektor komoditas turun, maka ekspektasinya membuat inflasi lebih terkendali sehingga sektor konsumsi akan naik karena daya beli masyarakat lebih kuat. Inilah yang membuat emiten sektor konsumsi akan naik seperti INDF ataupun UNVR. Harga minyak yang turun juga membuat ekspektasi penjualan kendaraan bermotor meningkat seperti yang dilihat pada ASII. Tadi pagi siang aku sudah mikir2 soal ini, sayang terlalu terpengaruh pada analisa orang lain dari sekuritas tertentu makanya aku jadi agak ragu2.
BI rate sudah diperkirakan akan naik menjadi 9%. Akibatnya, sektor finance hari ini naik tipis. Agaknya, ini juga ditopang sentimen kinerja perbankan yang memang bagus.
Ini berita dari Bisnis Indonesia : Harga CPO Malaysia terjungkal 4,8% siang tadi hingga level terendah dalam sembilan bulan dipicu aksi jual investor global karena khawatir akan berkurangnya permintaan minyak nabati akibat perlambatan ekonomi. CPO dan minyak kedelai yang ditransaksikan di China, pasar minyak goreng terebsar, kedua-duanya anjlok hingga limit transaksi harian yakni 5%. Kedua minyak nabati ini bersubtitusi dan sering kali pergerakan harganya seiring dengan harga minyak mentah karena dipakai juga untuk bahan bakar alternatif. Harga minyak sore ini turun hingga di level US$120,48 per barel, level terendah dalam tiga bulan. Bahkan, ia sempat menyentuh US$118 per barel.
Apakah jebolnya harga komoditas otomatis menjadi doomsday bagi semua sektor? Belum tentu. Sektor komoditas turun, maka ekspektasinya membuat inflasi lebih terkendali sehingga sektor konsumsi akan naik karena daya beli masyarakat lebih kuat. Inilah yang membuat emiten sektor konsumsi akan naik seperti INDF ataupun UNVR. Harga minyak yang turun juga membuat ekspektasi penjualan kendaraan bermotor meningkat seperti yang dilihat pada ASII. Tadi pagi siang aku sudah mikir2 soal ini, sayang terlalu terpengaruh pada analisa orang lain dari sekuritas tertentu makanya aku jadi agak ragu2.
BI rate sudah diperkirakan akan naik menjadi 9%. Akibatnya, sektor finance hari ini naik tipis. Agaknya, ini juga ditopang sentimen kinerja perbankan yang memang bagus.
Harga Minyak Jatuh
Minyak turun tajam hampir mencapai $4, menjadi $120. Meski minyak turun, Dow juga minus 0,37%. Kekhawatiran terhadap inflasi menghantui Dow. Sementara itu, harga berbagai komoditas juga turun drastis. Indeks batu bara turun 8,6%.
Ini adalah berita dari Bloomberg, CNBC dan Yahoo : "Wall Street fell Monday in an erratic session dominated by worries about inflation -- which were somewhat soothed by a plunge in oil prices that took crude to its lowest level in three months." "Crude oil futures at the New York Mercantile Exchange on Monday fell at one point below $120 a barrel for the first time since early May, and way below the record $147 reached just over three weeks ago.Every $1 decline in the price of oil equals about a 2.4-cent drop in the price for a gallon of gasoline."
"Corn and soybeans both fell more than 5 percent, dropping as much as the daily limit allowed on the Chicago Board of Trade, as favorable weather may boost the crops."
"Copper tumbled as much as 4.3 percent to $3.426 a pound on the Comex division of the Nymex, the lowest price since Feb. 8. Inventories monitored by the London Metal Exchange reached the highest level since February. Aluminum, nickel and other industrial metals also fell. Platinum capped the biggest two-day decline in 22 years."
Agak sulit memperkirakan arah sektor mana yang akan bergerak naik hari ini di IHSG, yang jelas agaknya sektor komoditas akan kembali turun sejalan tren kemarin dan tren internasional. Sektor finance masih menunggu BI rate hari ini, secara teknis sektor ini juga rawan terkoreksi karena sudah overbought. BISI secara teknis sebenarnya menarik karena mulai meninggalkan oversold sebab harga yang naik drastis kemarin, namun jatuhnya harga jagung cukup mengkhawatirkan. Pilihan hari ini adalah wait & see atau setidaknya sesegera mungkin hit & run.
Ini adalah berita dari Bloomberg, CNBC dan Yahoo : "Wall Street fell Monday in an erratic session dominated by worries about inflation -- which were somewhat soothed by a plunge in oil prices that took crude to its lowest level in three months." "Crude oil futures at the New York Mercantile Exchange on Monday fell at one point below $120 a barrel for the first time since early May, and way below the record $147 reached just over three weeks ago.Every $1 decline in the price of oil equals about a 2.4-cent drop in the price for a gallon of gasoline."
"Corn and soybeans both fell more than 5 percent, dropping as much as the daily limit allowed on the Chicago Board of Trade, as favorable weather may boost the crops."
"Copper tumbled as much as 4.3 percent to $3.426 a pound on the Comex division of the Nymex, the lowest price since Feb. 8. Inventories monitored by the London Metal Exchange reached the highest level since February. Aluminum, nickel and other industrial metals also fell. Platinum capped the biggest two-day decline in 22 years."
Agak sulit memperkirakan arah sektor mana yang akan bergerak naik hari ini di IHSG, yang jelas agaknya sektor komoditas akan kembali turun sejalan tren kemarin dan tren internasional. Sektor finance masih menunggu BI rate hari ini, secara teknis sektor ini juga rawan terkoreksi karena sudah overbought. BISI secara teknis sebenarnya menarik karena mulai meninggalkan oversold sebab harga yang naik drastis kemarin, namun jatuhnya harga jagung cukup mengkhawatirkan. Pilihan hari ini adalah wait & see atau setidaknya sesegera mungkin hit & run.
Sabtu, 02 Agustus 2008
TBLA Golden Cross

Secara teknis TBLA tanggal 1 Agustus (Jumat) pada posisi Golden Cross, MA 5 & MA 20. Dilihat dari indikator MACD, ia juga masih terlihat dalam tren ke atas. Lalu, meninjau posisi RSI masih jauh dari overbought. Secara fundamental, laporan keuangan TBLA menunjukkan profit yang melonjak.
Meski Jumat saham-saham perkebunan merosot seperti AALI (-2,96%), SGRO (-3,22%), dan UNSP (-2,87%) yang disebabkan melemahnya harga future palm oil di Malaysia, namun TBLA tidak turun. Ini menunjukkan TBLA cukup kuat. Bila posisi minyak tetap tinggi pada hari Senin, TBLA kemungkinan akan naik.
Minyak yang Menentukan
Minyak semalam akhirnya ditutup di atas $ 125, ini akibat isu Iran masih menghantui. Dow merosot sebesar 0,45%. Sentimen naiknya harga minyak dan tingkat pengangguran yang tinggi membuat Dow jatuh. Berikut berita dari Yahoo dan Bloomberg : "Oil prices ended slightly higher Friday, pushing back above $125 a barrel as the threat of a conflict with Iran rattled energy markets after a week of wild swings." "The U.S. unemployment rate rose to the highest level in more than four years as employers cut jobs again in July, increasing the threat of a deeper economic slowdown."
Bila minyak masih dalam posisi yang tinggi hingga hari Senin, maka sektor mining akan melonjak setelah terkena koreksi Jumat kemarin. Bagi yang memegang saham BUMI pada harga paling bawah, ini adalah berita yang bagus. Koreksi harga BUMI pada Jumat kemarin, terlalu besar. Konsekuensinya, BUMI bisa meloncat cukup tinggi.
Bila minyak masih dalam posisi yang tinggi hingga hari Senin, maka sektor mining akan melonjak setelah terkena koreksi Jumat kemarin. Bagi yang memegang saham BUMI pada harga paling bawah, ini adalah berita yang bagus. Koreksi harga BUMI pada Jumat kemarin, terlalu besar. Konsekuensinya, BUMI bisa meloncat cukup tinggi.
Ciri-ciri Break Out

Saham ENRG adalah saham yang membuat frustasi sebelum 25 Juli. Ketika tren sektor mining mulai menanjak naik, saham ini tetap turun atau dalam posisi sideways. Bagi yang tidak sabar pasti akan cut loss atau tidak tertarik dengan saham ini. Tiba-tiba dalam satu hari ENRG naik 20,5%, peningkatan yang dramatis ini bahkan terjadi menjelang akhir sesi perdagangan. Peningkatan ini sungguh luar biasa. Apa yang terjadi pada saham ini dilihat dari analisa teknikal?
Mari kita lihat dari tanggal 2 Juli, ENRG sudah oversold dilihat dari indikator Relative Strength Index (RSI)yang dibawah 30%. Posisi oversold ini tak pernah berubah hingga lebih dari 2 minggu. Akan tetapi, ada yang menarik menjelang break out. Terdapat pada 3 hari sebelumnya (meski tidak berturut-turut), level 710 tidak bisa ditembus (lihat panah). Harga di level 710 adalah support yang kuat. Pada hari ke 4, setelah level 710 disentuh maka ia menjadi trigger untuk meloncat ke atas. Dalam satu hari. Boom!!!!. ENRG naik 20,5%. Luar biasa!!!
Jumat, 01 Agustus 2008
Minyak yang sangat Volatile
IHSG seperti yang kuperkirakan tadi pagi akan turun, namun anjlok hingga 2,4% memang agak diluar dugaan. Momentum anjloknya ekonomi AS menambah sentimen aksi profit taking, disamping itu harga batu bara juga merosot seiring turunnya harga minyak. BUMI sebagai prime mover indeks dengan transaksi 1,4 triliun pada hari ini, tergelincir hampir 9% yang menyeret hampir semua emiten.
Malam ini tiba-tiba minyak meloncat naik menjadi hampir $ 128. Dow juga melorot akibat berita penurunan lapangan kerja, serta sektor manufaktur dan konstruksi. Hingga blog ini kutulis, Dow minus 0,5%. Ini berita dari yahoo : Oil prices jumped almost $3 a barrel Friday, erasing losses from the previous session after a rally in gasoline futures and a drop on Wall Street drew investors back into energy markets. Wall Street extended its decline Friday after readings on jobs, manufacturing and construction indicated that businesses and workers still face a tough U.S. economy.
Bila harga minyak tetap dalam posisi sekarang hingga hari Senin, setelah anjlok lebih dari 4% pada hari ini, maka sektor mining akan mengalami gap up yang sangat kuat. Demikian pula ini akan terjadi pada sektor pertanian (CPO). Mari kita tunggu berita hingga hari Senin.
Malam ini tiba-tiba minyak meloncat naik menjadi hampir $ 128. Dow juga melorot akibat berita penurunan lapangan kerja, serta sektor manufaktur dan konstruksi. Hingga blog ini kutulis, Dow minus 0,5%. Ini berita dari yahoo : Oil prices jumped almost $3 a barrel Friday, erasing losses from the previous session after a rally in gasoline futures and a drop on Wall Street drew investors back into energy markets. Wall Street extended its decline Friday after readings on jobs, manufacturing and construction indicated that businesses and workers still face a tough U.S. economy.
Bila harga minyak tetap dalam posisi sekarang hingga hari Senin, setelah anjlok lebih dari 4% pada hari ini, maka sektor mining akan mengalami gap up yang sangat kuat. Demikian pula ini akan terjadi pada sektor pertanian (CPO). Mari kita tunggu berita hingga hari Senin.
Pertumbuhan yang Melambat
Dow anjlok sebesar 1,78%. Ini karena hasil pertumbuhan ekonomi maupun pengangguran yang mengecewakan. Agak mengherankan juga, padahal kemarin diberitakan terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja. Sementara itu, harga minyak turun menjadi hampir $124 seiring konsekuensi penyerapan yang berkurang akibat pertumbuhan ekonomi mengecewakan. Amerika adalah penyerap terbesar minyak.
Ini berita dari yahoo: "The Commerce Department's report that gross domestic product grew at a 1.9 percent pace in the second quarter disappointed investors. Economists polled by Thomson Financial/IFR had expected growth of 2.4 percent in the broad measure of the economy's health. Meanwhile, a Labor Department report said the number of people seeking jobless benefits rose to the highest level in five years."
Kemarin pasar modal Indonesia seperti yang aku perkirakan, sektor mining melejit tinggi. Sentimen positif Dow kemarin juga benar2 kuat mendorong pasar modal di Asia. Hari ini, setelah terjadi peningkatan beberapa hari IHSG tampaknya akan sedikit kelelahan. Pelaku pasar modal juga akan wait & see menunggu berita inflasi yang akan diumumkan BPS hari ini. Dari tinjauan candle stick, IHSG menunjukkan pola inverted hammer. Jadi, jangan berharap banyak dengan indeks hari ini. Tren masih tetap tak terlalu berubah, mungkin terjadi koreksi sedikit sebelum melanjutkan tren besarnya.
Ini berita dari yahoo: "The Commerce Department's report that gross domestic product grew at a 1.9 percent pace in the second quarter disappointed investors. Economists polled by Thomson Financial/IFR had expected growth of 2.4 percent in the broad measure of the economy's health. Meanwhile, a Labor Department report said the number of people seeking jobless benefits rose to the highest level in five years."
Kemarin pasar modal Indonesia seperti yang aku perkirakan, sektor mining melejit tinggi. Sentimen positif Dow kemarin juga benar2 kuat mendorong pasar modal di Asia. Hari ini, setelah terjadi peningkatan beberapa hari IHSG tampaknya akan sedikit kelelahan. Pelaku pasar modal juga akan wait & see menunggu berita inflasi yang akan diumumkan BPS hari ini. Dari tinjauan candle stick, IHSG menunjukkan pola inverted hammer. Jadi, jangan berharap banyak dengan indeks hari ini. Tren masih tetap tak terlalu berubah, mungkin terjadi koreksi sedikit sebelum melanjutkan tren besarnya.
Kamis, 31 Juli 2008
Harga Minyak Melonjak
Minyak mendadak naik lagi mencapai US$ 127 karena terjadi penurunan supply bensin di Amerika. Herannya, melonjaknya harga minyak itu tidak membuat Dow minus, namun justru naik 1,63%. Ini terjadi karena laporan peningkatan tenaga kerja yang tak terduga. Petikan CNBC "Oil prices shot up as much as $5 a barrel, halting a dramatic two-week slide, after the US government reported a surprise drop in gasoline supplies." Petikan Bloomberg : ``Rising oil prices usually hurt the market but today it went up,'' said Giri Cherukuri, a money manager at Oakbrook Investments LLC in Lisle, Illinois, which oversees $1.4 billion. ``Enough other overwhelming news canceled out the oil price.'' Kenaikan ini membuat optimisme bahwa Dow tampaknya mempunyai tren yang kuat untuk bullish.
Dari sisi ini, tampaknya jelas bahwa sektor mining di Indonesia akan naik lagi. Tren bullish pada sektor mining tampaknya akan mensupport indeks hari ini. Sekali lagi, lihat gambar di atas, dengan analisa VierBox BUMI menunjukkan posisi kritikal apakah masuk kotak downtrend atau uptrend. Mari kita liat hari ini dengan berdebar-debar, soalnya portofolioku cukup banyak disini...hehehe
Rabu, 30 Juli 2008
BUMI dalam Posisi Kritikal

BUMI tanggal 29 Juli menunjukkan posisi yg kritikal. Level 6550 adalah level yang kritis untuk ditembus. Januari & Maret level ini tidak bisa ditembus (lihat panah). Di sisi lain, MACD dalam posisi Golden Cross & MA 200 telah ditembus menunjukkan arah bullish. Benarkah ini akan menjadi breakout? Isu global hari ini menunjukkan harga minyak turun, sentimen ini membuat mining (batubara sebagai alternatif energi) akan turun pula. Manakah yg lebih kuat? Isu/berita atau teknikal analisis? Kita liat besok..:)
Harga Minyak Turun
Dow naik signifikan sebesar 2.39%, ini terjadi karena turunnya harga minyak ke level US$ 122. Permintaan minyak di Amerika ternyata tak sebesar yg diperkirakan, harga minyak yg tinggi membuat permintaan menurun. "The Energy Information Administration said Monday U.S. oil demand in May was 660,000 barrels per day less than previously thought. A separate government report said motorists drove 2.4 percent less during the first five months of the year than they did in the same period of 2007."
Beberapa bulan ini, harga minyak terus menjadi concern dalam stock market. Minyak merupakan salah satu faktor utama penggerak ekonomi dunia. Ia menjadi faktor kunci terhadap multiplier berbagai sektor lain. Energi dari fosil ini meski bisa membosankan, mesti terus dipantau. Dari hari ke hari, isu selalu berubah yang membuat sentimen negatif ataupun positif berselang-seling. Dalam situasi yang selalu berubah seperti ini, aku rasa pilihan yang baik adalah day trading. Iseng2 aku mencoba metode V30 dari Pak Vier, wah ternyata ampuh juga. Boleh nih dipraktekkan...hehehe
Hari ini Indonesia libur, tidak ada trading. Situasi ekonomi politik dunia malam ini yg akan mempengaruhi trading besok. Tetap saja, wait and see.
Beberapa bulan ini, harga minyak terus menjadi concern dalam stock market. Minyak merupakan salah satu faktor utama penggerak ekonomi dunia. Ia menjadi faktor kunci terhadap multiplier berbagai sektor lain. Energi dari fosil ini meski bisa membosankan, mesti terus dipantau. Dari hari ke hari, isu selalu berubah yang membuat sentimen negatif ataupun positif berselang-seling. Dalam situasi yang selalu berubah seperti ini, aku rasa pilihan yang baik adalah day trading. Iseng2 aku mencoba metode V30 dari Pak Vier, wah ternyata ampuh juga. Boleh nih dipraktekkan...hehehe
Hari ini Indonesia libur, tidak ada trading. Situasi ekonomi politik dunia malam ini yg akan mempengaruhi trading besok. Tetap saja, wait and see.
Selasa, 29 Juli 2008
Sektor Mining Digdaya
Hari ini saham tambang naik 0.64%. Tren bullish ini semoga terus berlanjut ke depan. Dari sisi teknikal, BUMI menunjukkan candle stick yg kritikal. Level 6550 adalah harga yg sulit ditembus. Awal Januari & akhir Maret level itu tak mampu ditembus, bila level itu terlewati maka target harga selanjutnya adalah di kisaran 6900. Semoga BUMI bisa melewati kedua rintangan itu untuk menuju harga selajutnya di 7850. Mungkin butuh beberapa minggu.
Dilihat dari tren sektoral, mining akan terus berlanjut penguatannya seiring harga minyak yg masih naik. Rencana pemerintah yang mengasumsikan harga minyak pada APBN-P menjadi US$ 130 sebenarnya terlalu tergesa-gesa (sebelumnya US$ 140). Harga minyak masih sulit ditebak, penurunan yang terjadi selama ini masih tren sementara. Kita belum tahu apa yg terjadi ke depan, isu Nigeria & Iran menjadi kuda hitam untuk dipermainkan.
Sektor agri anjlok 3%, sesuatu yang tak terduga. Apakah ini karena harga CPO turun atau koreksi untuk naik lagi, aku masih belum bisa memastikan. Sektor keuangan turun tipis tak separah Agri, namun yang jelas sektor ini dalam tren ke bawah meskipun ditopang laporan keuangan yg bagus.
Untuk masuk ke sektor keuangan, tunggu laporan inflasi & kenaikan SBI serta liat indikator oversold pada sektor ini. Setelah ada konfirmasi kenaikan, baru masuk pada sektor ini.
Dilihat dari tren sektoral, mining akan terus berlanjut penguatannya seiring harga minyak yg masih naik. Rencana pemerintah yang mengasumsikan harga minyak pada APBN-P menjadi US$ 130 sebenarnya terlalu tergesa-gesa (sebelumnya US$ 140). Harga minyak masih sulit ditebak, penurunan yang terjadi selama ini masih tren sementara. Kita belum tahu apa yg terjadi ke depan, isu Nigeria & Iran menjadi kuda hitam untuk dipermainkan.
Sektor agri anjlok 3%, sesuatu yang tak terduga. Apakah ini karena harga CPO turun atau koreksi untuk naik lagi, aku masih belum bisa memastikan. Sektor keuangan turun tipis tak separah Agri, namun yang jelas sektor ini dalam tren ke bawah meskipun ditopang laporan keuangan yg bagus.
Untuk masuk ke sektor keuangan, tunggu laporan inflasi & kenaikan SBI serta liat indikator oversold pada sektor ini. Setelah ada konfirmasi kenaikan, baru masuk pada sektor ini.
Jauhi Sektor Finance & Properti
Berita pagi ini, Shell mengurangi produksi minyak karena pipanya diserang gerilyawan Nigeria. Di sisi lain, Presiden Iran mengatakan harga minyak sudah overvalued. Di Amerika, demand untuk minyak dikatakan menurun. Berita2 yang bertolak belakang tersebut membuat sulit mengambil kesimpulan, tapi yang jelas harga minyak masih merambat naik.
Dow anjlok 240 point atau 2,1%. Kemerosotan ini membuat ekpektasi Dow konfirmasi ke bull teritory menjadi pudar. Sektor finansial kembali ambruk berita dari Yahoo menyebutkan : An International Monetary Fund report added to some of the stress in the market. The IMF predicted continuing problems in the credit and housing market that will continue to hurt the financial industry. It said, "at the moment a bottom for the housing market is not visible."
Jelas sekali sektor finansial & properti harus dijauhi, sentimen ini kemungkinan besar mengimbas ke Indonesia. Jadi, jauhi sektor itu & masuk ke sektor mining & agri. Harga CPO diisukan turun, tapi aku belum bisa mengechek kebenarannya. Tapi secara teknis, seperti yg kutulis sore kemarin, sektor tambang & agri tetap dalam tren naik ke atas. Jadi, jangan terlalu khawatir.
Dow anjlok 240 point atau 2,1%. Kemerosotan ini membuat ekpektasi Dow konfirmasi ke bull teritory menjadi pudar. Sektor finansial kembali ambruk berita dari Yahoo menyebutkan : An International Monetary Fund report added to some of the stress in the market. The IMF predicted continuing problems in the credit and housing market that will continue to hurt the financial industry. It said, "at the moment a bottom for the housing market is not visible."
Jelas sekali sektor finansial & properti harus dijauhi, sentimen ini kemungkinan besar mengimbas ke Indonesia. Jadi, jauhi sektor itu & masuk ke sektor mining & agri. Harga CPO diisukan turun, tapi aku belum bisa mengechek kebenarannya. Tapi secara teknis, seperti yg kutulis sore kemarin, sektor tambang & agri tetap dalam tren naik ke atas. Jadi, jangan terlalu khawatir.
Senin, 28 Juli 2008
Minyak Merambat Naik
Meskipun tren kenaikan minyak belum kuat, tapi ia mulai merambat naik. Gerilyawan di Nigeria melakukan sabotase terhadap kilang minyak Shell. Sementara itu, Iran menegaskan kembali tak akan menghentikan program nuklirnya. Kedua sentimen ini membuat minyak naik. Diperkirakan saham yg berkaitan dengan energi/tambang serta CPO akan melanjutkan tren kenaikannya. Sektor perbankan masih naik akibat sentimen munculnya laporan keuangan yang positif, namun sebenarnya telah rawan dengan koreksi.
Secara teknis, sektor agri & mining telah menunjukkan kenaikan terlihat mulai melepaskan diri dari zona oversold. Disamping itu sinyal parabolic SAR juga mulai keluar pada kedua sektor tersebut.
Malam ini dan besok pagi2 mesti diamati perkembangan Dow maupun berbagai perkembangan ekonomi politik dunia yg mempengaruhi sentimen pasar.
Secara teknis, sektor agri & mining telah menunjukkan kenaikan terlihat mulai melepaskan diri dari zona oversold. Disamping itu sinyal parabolic SAR juga mulai keluar pada kedua sektor tersebut.
Malam ini dan besok pagi2 mesti diamati perkembangan Dow maupun berbagai perkembangan ekonomi politik dunia yg mempengaruhi sentimen pasar.
Jumat, 25 Juli 2008
Pentingnya Tren Sektoral
Sesi I memperlihatkan, sektor Agri & Mining menunjukkan kekuatannya. Sentimen ini muncul terutama karena minyak yg kembali naik harganya setelah oversold. Di sisi lain, finance & properti jatuh seiring rontoknya sektor ini di bursa Australia & Amerika.
Siklus akan terus berjalan, tampaknya mencermati perkembangan sektoral sangat penting. Baru dua tiga hari lalu berita tentang sektor keuangan naik, bursa sektor keuangan melejit. Tadi malam berita jeblok, hari ini langsung meluncur jatuh.
Agaknya mengagendakan mencermati kinerja tiap emiten di masing2 sektoral sangat penting, dari situ bisa diperhatikan untuk dibeli ketika sentimen sektoral itu bagus & melihat pula karakter saham, serta mempertimbangkan berbagai indikator teknikal analisis. Hmmmmmm... selalu ada pembelajaran baru.
Siklus akan terus berjalan, tampaknya mencermati perkembangan sektoral sangat penting. Baru dua tiga hari lalu berita tentang sektor keuangan naik, bursa sektor keuangan melejit. Tadi malam berita jeblok, hari ini langsung meluncur jatuh.
Agaknya mengagendakan mencermati kinerja tiap emiten di masing2 sektoral sangat penting, dari situ bisa diperhatikan untuk dibeli ketika sentimen sektoral itu bagus & melihat pula karakter saham, serta mempertimbangkan berbagai indikator teknikal analisis. Hmmmmmm... selalu ada pembelajaran baru.
Kamis, 24 Juli 2008
TECHNICAL CHECKLIST
ini adalah tulisan dari pengalaman panjang seorang yg sangat saya hormati di http://vierjamal.blogspot.com/. sy akan mencoba menerapkannya. seorang yg sy hormati bukan berdasar apa yg telah ia dapat, tapi berdasar apa yg telah dia beri.
TECHNICAL CHECKLIST
1. Apa arah dari keseluruhan MARKET ?
2. Apa arah dari masing – masing SEKTOR ?
3. Apa yang ditunjukan dari masing – masing chart WEEKLY dan MONTHLY
4. Apakah saat ini MAJOR/MINOR trend up, down trend atau sideways ?
5. Dimanakah SUPPORT/RESISTANCE terpenting saat ini ?
6. Dimanakah TRENDLINES/CHANNEL terpenting saat ini
7. Apakah VOLUME dan OPEN INTEREST memberikan konfirmasi pergerakan harga
8. Dimana saja level - level retracement 33%, 50% dan 66%
9. Apakah ada GAP dan apakah tipenya (Full GAP up/down, Partial GAP up/down)
10. Apakah ada major REVERSAL PATTERNS ?
11. Apakah ada CONTINUATION PATTERNS ?
12. Dimanakah Target Price yang objective ?
13. Bagaimana posisi MOVING AVERAGE ?
14. Apakah OSCILATOR menunjukan OVERBOUGHT/OVERSOLD ?
15. Bagaimana dengan Fibonacci Retracement dan PROYEKSINYA
Setelah anda membuat kesimpulan terhadap pasar apakah BULLISH/BEARISH maka coba tanya pada diri anda sendiri dengan pertanyaan berikut ini sebelum bertransaksi :
1. Kemanakah market trend dalam beberapa bulan kedepan ?
2. Apakah saya mau membeli atau menjual saham saya ?
3. Berapa UNIT yang akan saya beli/jual ?
4. Berapa kerugian yang dapat saya terima bila saya SALAH MASUK ?
5. Berapa TARGET PROFIT saya ?
6. Dilevel mana saya akan masuk ?
7. Bagaimana saya membelinya apakah dengan OLT ataukah secara konvensional ?
8. Dimana STOP LOSS saya ?
TECHNICAL CHECKLIST
1. Apa arah dari keseluruhan MARKET ?
2. Apa arah dari masing – masing SEKTOR ?
3. Apa yang ditunjukan dari masing – masing chart WEEKLY dan MONTHLY
4. Apakah saat ini MAJOR/MINOR trend up, down trend atau sideways ?
5. Dimanakah SUPPORT/RESISTANCE terpenting saat ini ?
6. Dimanakah TRENDLINES/CHANNEL terpenting saat ini
7. Apakah VOLUME dan OPEN INTEREST memberikan konfirmasi pergerakan harga
8. Dimana saja level - level retracement 33%, 50% dan 66%
9. Apakah ada GAP dan apakah tipenya (Full GAP up/down, Partial GAP up/down)
10. Apakah ada major REVERSAL PATTERNS ?
11. Apakah ada CONTINUATION PATTERNS ?
12. Dimanakah Target Price yang objective ?
13. Bagaimana posisi MOVING AVERAGE ?
14. Apakah OSCILATOR menunjukan OVERBOUGHT/OVERSOLD ?
15. Bagaimana dengan Fibonacci Retracement dan PROYEKSINYA
Setelah anda membuat kesimpulan terhadap pasar apakah BULLISH/BEARISH maka coba tanya pada diri anda sendiri dengan pertanyaan berikut ini sebelum bertransaksi :
1. Kemanakah market trend dalam beberapa bulan kedepan ?
2. Apakah saya mau membeli atau menjual saham saya ?
3. Berapa UNIT yang akan saya beli/jual ?
4. Berapa kerugian yang dapat saya terima bila saya SALAH MASUK ?
5. Berapa TARGET PROFIT saya ?
6. Dilevel mana saya akan masuk ?
7. Bagaimana saya membelinya apakah dengan OLT ataukah secara konvensional ?
8. Dimana STOP LOSS saya ?
Rabu, 23 Juli 2008
Konsekuensi Penurunan Minyak
Minyak jatuh lagi di bawah US$ 127 per barel, ekspektasi inflasi akan menurun. Ini akan membuat perbankan & properti makin menarik. Industri sektor konsumsi tentunya akan terbantu karena kemampuan daya beli masyarakat tidak tergerus.
Malam ini PR yg mesti dianalisa adalah mengidentifikasi emiten mana yg relatif belum melejit baik di perbankan, properti & sektor konsumsi. Lalu, juga perlu mikir utk exit strategi dari nyangkutnya saham di komoditas.
Malam ini PR yg mesti dianalisa adalah mengidentifikasi emiten mana yg relatif belum melejit baik di perbankan, properti & sektor konsumsi. Lalu, juga perlu mikir utk exit strategi dari nyangkutnya saham di komoditas.
Jangan Melawan Tren Pasar
Tulisan ini ditulis menjelang 1 jam trading usai. Pembelajaran hari ini adalah "jangan melawan tren pasar". Sektor finance & properti yg melejit hari ini. Sebenarnya ini seperti yang aku tulis semalam. Hanya saja, subyektifitas-ku terlalu kuat. Harapanku komoditas masih akan naik. To see what I want see. Ternyata komoditas dihajar seiring penurunan harga minyak yg lumayan drastis.
Pembelajaran lain, kalo O=H lebih baik naik 2 atau 3 poin mesti siap2 dijual, kalo enggak dipantau takutnya justru turun. Ini kejadian yg kujual PGAS hari ini, meski untung tapi jauh dari optimal.
Wah, hari ini yg pegang Finance & Properti lumayan juga...hehehe Jangan greedy aja lho...hehehe
Pembelajaran lain, kalo O=H lebih baik naik 2 atau 3 poin mesti siap2 dijual, kalo enggak dipantau takutnya justru turun. Ini kejadian yg kujual PGAS hari ini, meski untung tapi jauh dari optimal.
Wah, hari ini yg pegang Finance & Properti lumayan juga...hehehe Jangan greedy aja lho...hehehe
Giliran Rebound
Hari ini beberapa saham yg Gap Up adalah ISAT, PTBA, HEXA, TINS, ARTI, CTRA-W, BSDE,ADHI, GJTL & TINS.
Sementara yg masih oversold BUMI, UNSP, PTBA, UNTR, BNBR, AALI, ANTM, INDY, LSIP, INCO, YPAS, TINS, TBLA, GGRM, ENRG, SGRO, CPIN, BRPT, KLBF, SMCB, JSMR, CNKO, WIKA, ELSA, ELTY-W, ASRI, SIIP, TMPI & GJTL.
Terus terang saya malas dengan saham gorengan, maka kalo dari analisa saya kemungkinan yg akan naik adalah PTBA, TINS (menjelang stock split 1:10) & GJTL. TLKM akan naik juga karena valuasinya yg tinggi (dari laporan DB). BUMI & SGRO mungkin akan landai (atau turun) sebelum naik lagi, setelah dua hari naik. Bila ini terjadi, kesempatan utk melakukan averaging down BUMI yg nyangkut di atas. Harga minyak turun lagi, ini membuat saham tambang & CPO kenaikannya tdk akan drastis meskipun sudah oversold.
Penurunan harga minyak akan membuat kekhawatiran terhadap inflasi (cost push) berkurang sehingga saham finance & infrastruktur akan naik. Di Amerika saham finance mulai atraktif, di Indonesia beberapa waktu lalu sudah terjadi kenaikan sehingga bila naik lagi akan terbatas. Disamping itu, bila tiba2 minyak naik (misalnya krn isu nuklir Iran) maka saham2 finance akan rentan jatuh. Namun, bila insisted ke sektor keuangan maka BMRI, BBCA & BBRI masih menarik. BMRI membentuk candle stick yg menarik, yaitu doji dgn kaki bawah yg panjang. Saham infrastruktur sy belum terlalu familiar, sehingga sy tidak bisa berkomentar banyak.
Sementara yg masih oversold BUMI, UNSP, PTBA, UNTR, BNBR, AALI, ANTM, INDY, LSIP, INCO, YPAS, TINS, TBLA, GGRM, ENRG, SGRO, CPIN, BRPT, KLBF, SMCB, JSMR, CNKO, WIKA, ELSA, ELTY-W, ASRI, SIIP, TMPI & GJTL.
Terus terang saya malas dengan saham gorengan, maka kalo dari analisa saya kemungkinan yg akan naik adalah PTBA, TINS (menjelang stock split 1:10) & GJTL. TLKM akan naik juga karena valuasinya yg tinggi (dari laporan DB). BUMI & SGRO mungkin akan landai (atau turun) sebelum naik lagi, setelah dua hari naik. Bila ini terjadi, kesempatan utk melakukan averaging down BUMI yg nyangkut di atas. Harga minyak turun lagi, ini membuat saham tambang & CPO kenaikannya tdk akan drastis meskipun sudah oversold.
Penurunan harga minyak akan membuat kekhawatiran terhadap inflasi (cost push) berkurang sehingga saham finance & infrastruktur akan naik. Di Amerika saham finance mulai atraktif, di Indonesia beberapa waktu lalu sudah terjadi kenaikan sehingga bila naik lagi akan terbatas. Disamping itu, bila tiba2 minyak naik (misalnya krn isu nuklir Iran) maka saham2 finance akan rentan jatuh. Namun, bila insisted ke sektor keuangan maka BMRI, BBCA & BBRI masih menarik. BMRI membentuk candle stick yg menarik, yaitu doji dgn kaki bawah yg panjang. Saham infrastruktur sy belum terlalu familiar, sehingga sy tidak bisa berkomentar banyak.
Selasa, 22 Juli 2008
Risk Vs Return - Are You Doing It Correctly?
The most important rule in trading is to keep your losses small. This is the only way to ensure that if the market moves against you, you will live to trade another day – in other words, you will not suffer a loss that will take you out of the trading game. Remember, 95% of trades will lose – do your best not to be one of them.
One of the best ways to do this is to ensure that you have a fixed amount as a proportion of your account that you are willing to risk on any trade. This ensures that if you have a losing trade, you will only lose the predetermined amount.
This has been discussed in previous articles and will be discussed again in future ones as well. In general, the maximum loss should be set to no more than 1-3% of your total trading float. This seems very small but it can lead to huge gains in the long run.
Another rule is to try and estimate your target value. In other words, what is the value of the stock that you are expecting it to go to? You should only enter the trade if you expect the trade to provide more if you obtain your target value than lose if you hit your maximum loss value. Your mechanical trading system should be built with this principle in mind.
The Reward / Risk Ratio
This is a good time to introduce the principle of the reward / risk ratio. In principle, this ratio will provide you with a very important piece of information to decide whether to enter into a trade or not.
If we believe that a trade will provide three times more profit than the amount that is risked, then the reward / risk ratio is 3:1. In a similar way, if we believe that there is three times more risk to a trade than there is of the trade winning, then the reward / risk is 1:3. The example below illustrates this in more detail.
Example
We wish to purchase stock XYZ at $10 a share and we expect that the stock will increase to $11 over the space of about a month. We also place a stop level (i.e. a level that we will exit the stock) at $9.80 based on our mechanical trading system.
This means that the amount we will risk per share is $0.20 but we stand to gain approximately $1.00 per share. The reward / risk ratio is therefore 1:0.2 and this equates to 5:1. This means that there is 5 times more reward for the risk that you will incur. This trade seems like a good one to take!
Now we will not risk more than 2% of our account and that we have an account of $10,000. This means that we will not risk more than $400. As the reward/risk reward is 5:1, this means that we could stand to gain about $2,000 on this trade alone if we purchase $10,000 worth of shares!
As you will read further, it is not a good idea to put all of your money into one trade. The example above suggests that you will put all of your money into XYZ. In reality, it is a good idea to put only a fixed percentage of your money into one stock to ensure that you are not over exposed to the whims of one market alone. This will be discussed in future articles.
As another rule, the reward / risk must always be on your side – in other words, you must always have more of a chance to make more money than lose it. Some traders will insist on a reward / risk ratio of at least 3:1 before even considering the trade. They will not enter any other trade unless this ratio is met. You need to develop your own risk profile and stick to it.
http://www.stockmarketchart.org/articles/8-maximumloss.html
One of the best ways to do this is to ensure that you have a fixed amount as a proportion of your account that you are willing to risk on any trade. This ensures that if you have a losing trade, you will only lose the predetermined amount.
This has been discussed in previous articles and will be discussed again in future ones as well. In general, the maximum loss should be set to no more than 1-3% of your total trading float. This seems very small but it can lead to huge gains in the long run.
Another rule is to try and estimate your target value. In other words, what is the value of the stock that you are expecting it to go to? You should only enter the trade if you expect the trade to provide more if you obtain your target value than lose if you hit your maximum loss value. Your mechanical trading system should be built with this principle in mind.
The Reward / Risk Ratio
This is a good time to introduce the principle of the reward / risk ratio. In principle, this ratio will provide you with a very important piece of information to decide whether to enter into a trade or not.
If we believe that a trade will provide three times more profit than the amount that is risked, then the reward / risk ratio is 3:1. In a similar way, if we believe that there is three times more risk to a trade than there is of the trade winning, then the reward / risk is 1:3. The example below illustrates this in more detail.
Example
We wish to purchase stock XYZ at $10 a share and we expect that the stock will increase to $11 over the space of about a month. We also place a stop level (i.e. a level that we will exit the stock) at $9.80 based on our mechanical trading system.
This means that the amount we will risk per share is $0.20 but we stand to gain approximately $1.00 per share. The reward / risk ratio is therefore 1:0.2 and this equates to 5:1. This means that there is 5 times more reward for the risk that you will incur. This trade seems like a good one to take!
Now we will not risk more than 2% of our account and that we have an account of $10,000. This means that we will not risk more than $400. As the reward/risk reward is 5:1, this means that we could stand to gain about $2,000 on this trade alone if we purchase $10,000 worth of shares!
As you will read further, it is not a good idea to put all of your money into one trade. The example above suggests that you will put all of your money into XYZ. In reality, it is a good idea to put only a fixed percentage of your money into one stock to ensure that you are not over exposed to the whims of one market alone. This will be discussed in future articles.
As another rule, the reward / risk must always be on your side – in other words, you must always have more of a chance to make more money than lose it. Some traders will insist on a reward / risk ratio of at least 3:1 before even considering the trade. They will not enter any other trade unless this ratio is met. You need to develop your own risk profile and stick to it.
http://www.stockmarketchart.org/articles/8-maximumloss.html
Langganan:
Komentar (Atom)


